Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Medewi Beach Festival 2024 Usung Tema Harmoni dengan Alam dalam Pesona Pariwisata
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Medewi Beach Festival (MBF) 2024 kembali digelar untuk keempat kalinya dengan tema “Being Happy When You Love Nature”.
Acara yang berlangsung mulai 30 Agustus hingga 1 September 2024 ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali, menjadikannya salah satu perhelatan penting dalam kalender pariwisata Bali.
Acara pembukaan yang digelar di Pantai Medewi dihadiri oleh Asisten I Jembrana, perwakilan dari Pj Gubernur Bali, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Tidak ketinggalan, hadir pula berbagai perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, BPC PHRI Jembrana, Forkom Dewi Bali, Jejaring Pokdarwis Bali, Asosiasi Pariwisata Jembrana, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
MBF 2024 dibuka dengan serangkaian kegiatan yang menggambarkan harmoni antara manusia dan alam. Pada hari pertama, acara dimulai dengan pelepasan tukik (anak penyu) di Pantai Medewi, sebuah simbol pelestarian lingkungan yang didukung oleh KPP Jagat Kerthi Desa Pekutatan. Setelahnya, diadakan lomba mewarnai tingkat SD se-Kecamatan Pekutatan yang menambah semarak suasana.
Dalam upaya mendukung perekonomian lokal, pameran UMKM juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. UMKM yang terlibat diambil dari PLUT Jembrana dan UMKM lokal Desa Medewi, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berbelanja langsung dan mendukung produk-produk lokal.
Acara pembukaan resmi dimulai pada pukul 19.00 WITA dengan menampilkan berbagai hiburan seperti kesenian Jegog Jembrana, stand-up comedy, dan sesi karaoke bersama. Bincang-bincang khusus juga digelar dengan pelaku pariwisata Jembrana, menekankan pentingnya kolaborasi dalam memajukan sektor pariwisata daerah.
Hari kedua festival diwarnai dengan pelepasan tukik bersama komunitas, wisatawan, dan pihak kepolisian. Kegiatan lain yang turut memeriahkan adalah lomba mewarnai tingkat TK, lomba Tari Mekepung tingkat SMP se-Jembrana, dan lomba surfing untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Pada sore harinya, diadakan kegiatan donor darah hasil kerjasama Desa Wisata Medewi dengan PMI Kabupaten Jembrana. Malam harinya, pengunjung dihibur dengan joged rindik, DJ Erick FOO, dan kesenian Tajidor dari Al Azari Banjar Pesinggahan Medewi.
Puncak acara di hari ketiga dimulai dengan aksi bersih-bersih pantai yang diikuti oleh masyarakat dan para pejabat setempat. Sebelum itu, pelepasan tukik kembali dilakukan, dengan total 750 ekor tukik dilepas selama tiga hari festival ini. Kepala Dinas PMD yang hadir menyatakan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, sebuah pesan yang menjadi inti dari MBF 2024.
Festival ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba dan penampilan kesenian rindik kolaborasi oleh STT Dharma Satya Banjar Dauh Pangkung Selepa Desa Medewi, yang menambah suasana syahdu di penghujung acara.
Ketua Panitia, Gusti Ngurah Agus Andi Mulya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan MBF 2024. Ia menekankan jika Medewi, sebagai salah satu dari empat desa wisata di Bali yang dipilih oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi Jembrana.
"Kolaborasi yang kuat dari semua pihak diharapkan mampu membangkitkan ekonomi lokal dan menjadikan Medewi sebagai destinasi wisata unggulan di masa depan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan