Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Mrs. X Berhasil Diidentifikasi
Beritabali.com, Sanglah
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jenazah misterius yang ditemukan di kawasan Hutan Sanghyang, Penebel, Tabanan, akhirnya berhasil diidentifikasi oleh tim forensik rumah sakit sanglah. tim berhasil mengidentifikasi setelah melakukan otopsi selama 1,5
jam.
Koordinator Pelayanan Forensik Rumah Sakit Sanglah, dr. Dudut Rustyadi mengatakan, proses identifikasi terhadap mayat misterius ini cukup sulit, pasalnya, kondisi mayat sudah membusuk dan hanya menyisakan tulang belulang saja.
"Organ dalamnya sudah habis semua, yang ada hinya tulang-tulangnya saja, sedangkan tengkorak kepalanya hanya tinggal dibalut kulit dan tersisa rambut saja," ungkap Dudut.
Mayat misterius itu diperkirakan meninggal sejak tiga bulan yang lalu lantaran sudah terjadi proses penyabunan. petugas juga menemukan bekas trauma benda tumpul pada dahi kiri korban. Hal ini dibuktikan dengan adanya bekas resapan darah pada tengkorak dahi kiri korban.
Mayat misterius itu akhirnya diyakini bernama Ni Wayan Jigreg (60), asal Tibu Beneng, Kuta. Hal ini diperkuat dengan kedatangan pihak keluarga Jigreg yang membawa sejumlah data sekunder yang kemudian dicocokkan oleh tim
forensik.
"Dari pakaian dan cincin yang dibawa keluarga memang identik dengan mayat tersebut. selain itu memang ada bekas luka di jari manis tangan kanan korban, seperti yang diungkapkan oleh keluarga," pungkas Dudut. (kus)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan