Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
ODP Corona Meninggal Usai Olahraga Bulutangkis
BERITABALI.COM, NTB.
Sahabudin, 43 tahun, warga Dusun Samak Miring Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, meninggal dunia di Puskesmas Kediri, Minggu (29/3) pukul 18.00 WITA.
[pilihan-redaksi]
Sahabudin merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19, dan diketahui sebelumnya ada riwayat perjalanan keluar daerah yakni ke pulau Jawa, tepatnya Mojokerto, Jawa Timur, 16 Maret lalu. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat, sebelum meninggal Sahabudin bersama dengan tiga rekannya bermain bulutangkis.
Tiga rekannya yakni H Zulfikri (43 tahun), Sanhadi (47 tahun), dan Ahmad Yani (37 tahun). Berempat mereka bermain bulutangkis sampai dini hari, pukul 03.00 WITA di rumahnya Sanhadi di Desa Montong Are. Usai olahraga bulutangkis, almarhum Sanhadi merasa batuk-batuk. Oleh rekannya H Zulfikri, almarhumah diberikan kelapa muda untuk diminum.
"Tanggal 23 Maret pulang dari Mojokerto almarhum pakai truk pengangkut barang, dengan ditemani dua rekannya. Keesokan harinya datang ke Pustu Montong dengan keluhan batuk, pilek, pusing, tidak demam, tensi 120/80, dan suhu 36 derajat, "demikian dalam rilis dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat, Minggu malam.
Dari Puskesmas, Sanhadi yang sudah dibekali obat lanjut pulang. Namun sebelumnya sudah diinformasikan ke Kadus, Kades, dan Babinsa masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP). Lanjut dalam laporan dijelaskan, tanggal 25 Maret almarhum karena tidak ada keluhan diketahui berolahraga bulutangkis.
Tanggal 27 lapor ke petugas Pustu dengan keluhan hanya batuk. Tanggal 28 tidak ada informasi soal kesehatan almarhum. Hingga pada Minggu (29/3) subuh, pukul 05.00 WITA informasi keluarga pasien kondisi sesak, namu tidak dilaporkan ke petugas. Sekitar pukul 18.00 Wita ODP ini dibawa ke Puskesmas Kediri oleh keluarga.
Namun sebelum diambil tindakan dari pihak medis Puskesmas, pasien diketahui sudah meninggal dunia. Dan dipastikan meninggal dalam perjalanan. Sempat mengalami kendala penanganan karena masuk kategori ODP. Tidak ada yang berani mendekati jenazah almarhum, termasuk keluarga.
Sehingga petugas media menerapkan SOP Covid-19 terhadap jenasah almarhum. Informasi keluarga, Sanhadi yang pekerjaannya sebagai sopir truk barang, jenasahnya langsung dimakamkan dini hari meninggalnya, yakni Minggu (29/3) malam.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan