Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemilik PT. HBT Tuding Bau Dari Usaha Warga
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sementara itu, pemilik pabrik pengolahan ikan PT. HBT, Tan Hendra Birawa, Selasa (6/1) membantah kalau bau menyengat yang dikeluhkan warga berasal dari limbah yang dihasilkan oleh pabriknya.
Menurutnya, bau menyengat tersebut ditimbulkan oleh usaha warga yang mengais rejeki dari pengolahan limbah yang dihasilkan oleh pabriknya. "Banyak warga yang mencari sisa-sisa limbah yang masih bisa dimanfaatkan untuk bahan baku tepung dan minyak ikan. Bau menyengat muncul saat sisa-sisa limbah tersebut mereka jemur dengan peralatan seadanya," terangnya.
Hendra juga membantah kalau limbah yang dihasilkan pabriknya itu mengandung bahan-bahan yang berbahaya karena dirinya sudah melakukan uji sampel limbah yang dihasilkannya. "Semua bahan-bahan berbahaya kadarnya hampir nol sehingga saya berani simpulkan kalau limbah pabrik saya tidak berbahaya," katanya seraya menyodorkan copy hasil uji sampel limbah yang dilakukan oleh sebuah perusahaan surveyor beralamat di Surabaya pada 26 September 2008 lalu.
Terkait genangan limbah tersebut, Hendra mengakui kalau sebagian genangan tersebut memang dihasilkan oleh pabriknya. "Tapi tidak semua karena kalau malam seringkali saya melihat orang yang ikut membuang limbah di genangan tersebut," kelitnya.
Hendra juga memaparkan kalau pihaknya sudah berupaya untuk mengatasi genangan limbah tersebut dengan membuat gorong-gorong sepanjang 120 meter untuk mengalirkan genangan limbah tersebut ke laut. "Saya sudah bikin gorong-gorong dari buis sepanjang 120 meter. Karena gorong-gorong tersebut belum kering, rencananya nanti sore genangan limbah tersebut saya alirkan ke laut," ujarnya.
Menurut Hendra, setelah limbah yang menggenang tersebut dialirkan ke laut, diperlukan alat berat untuk membantu pengurugan lubang tempat limbah tersebut menggenang. "Kalau sudah diratakan, genangan limbah itu sudah pasti tidak ada lagi," tandasnya. (dey)
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan