Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penjaga Lila Arsana Kesurupan Dampak Bekas Pemandian Raja Ambrol
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Komang Sumadana, penjaga kolam Lila Arsana, bekas pemandian Raja Klungkung, Kamis (10/8) mendadak kesurupan. Pria asal Singaraja ini berlari dari lokasi kolam Lila Arsana menuju Pemedal Agung yang ada di depan kantor Bupati Klungkung, persisnya di dekat objek wisata Kerta Gosa.
[pilihan-redaksi]
Sumadana menari bagaikan rangda di depan gapura Pemedal Agung yang juga merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Klungkung. Peristiwa unik ini sempat mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas di Jalan Untung Surapati (depan kantor bupati). Sumadana kemudian masuk ke dalam area Pemedal Agung dan naik ke pelataran yang dikeramatkan. Ia sempat mengambil dua batu yang ada di atas bale-bale. Ia pun meminta kedua batu itu tidak ditaruh sembarangan. Sumadana menyebut dirinya Ratung Niang, datang setelah tembok kolam Lila Arsana ambrol.
“Bapak ini seperti kesurupan, lari dari kolam Lila Arsana,” ungkap salah seorang aparat Polres Klungkung.
Sumadana lalu berlari menuju Puri Agung Klungkung yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pemedal Agung. Sumadana lalu masuk ke area Pelinggih Pejenengan Puri Agung Klungkung. Kejadian ini makin menarik perhatian sejumlah warga yang ada di Lapangan Puputan Klungkung.
Sejumlah warga pun mendekati Puri Agung Klungkung guna melihat dari dekat peristiwa unik itu. Sambil menari Sumadana menyarankan agar Pelinggih Peyawangan yang ada di kolam Lila Arsana tidak dipugar tapi ditata dilengkapi dengan kain poleng. Disarankan juga untuk membangun kembali tempat permandian raja.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Gusti Ketut Kaler menyatakan, Peristiwa ini sulit dikaji secara ilmiah, tapi sayang sudah dilihat banyak orang.
"Saya akan sampaikan kepada Pak Kadis untuk lebih lanjut berkoordinasi dengan pihak puri,” tandas Gusti Kaler. [wan/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan