Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Peradilan di Indonesia Belum Transparan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil kajian Pusat Studi Hak Azasi Manusia (PUSHAM) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menunjukkan proses peradilan di Indonesia gagal dalam mewujudkan proses peradilan yang transparan.
Selain itu proses peradilan di Indonesia di Indonesia juga dinilai masih belum mampu mengimplementasikan nilai-nilai hak azasi manusia.Direktur PUSHAM Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Suparman Marzuki pada keteranganya pada pelatihan Hak Azasi Manusia untuk jejarinng komisi Yudisial di Denpasar, Rabu (23/6) menyatakan ketertutupan menjadi problem birokrasi dan adminitrasi peradilan di Indonesia.
Terbukti baik wartawan maupun masyarakat umum termasuk terdakwa seringkali kesulitan mendapatkan informasi mengenai jadwal sidang dan daftar hakim.Menurut Suparman, tidak transparannya proses peradilan pada dasarnya merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak azasi manusia terutama hak terdakwa.
Setiap orang yang berperkara di pengadilan berhak secepatan mungkin mendapatkan status hukumnya , sekalipun dia penjahat tengik, ujar Suparman Marzuki.Direktur PUSHAM Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Suparman Marzuki merekomendasikan perlu adanya reformasi birokrasi dan adminitrasi secara menyeluruh pada proses peradilan di Indonesia.
Dimana reformasi birokrasi dan administrasi harus diawali dengan reformasi di Makamah Agung. (mlt)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5373 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3447 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2276 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan