Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Saraswati, Pemkab Jembrana Gelar Pawintenan Tapak Gana, Diikuti Bupati hingga Kepala OPD
beritabali/ist/Saraswati, Pemkab Jembrana Gelar Pawintenan Tapak Gana, Diikuti Bupati hingga Kepala OPD.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Serangkaian dengan perayaan Hari Raya Saraswati yang jatuh pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (20/5), Pemkab Jembrana menggelar persembahyangan bersama sekaligus ritual Pawintenan Tapak Gana yang diikuti oleh seluruh Kepala OPD di Pura Niti Praja Kantor Bupati Jembrana.
Dihadiri secara langsung oleh Bupati I Nengah Tamba bersama Wabup IGN Patriana Krisna didampingi istri masing-masing serta Sekda I Made Budiasa, upacara dipuput oleh Ida Peranda Gede Manubawa Manuaba saking Griya Megati, Desa Batuagung, Jembrana.
Baca juga:
Jelang Saraswati, Rumah Kebangsaan Satyam Evam Jayate Gelar Ngelawar dan Lomba Penjor-Gebogan
Bupati I Nengah Tamba menyampaikan makna yang dapat dipetik dari pelaksanaan pawintenan di hari raya Saraswati ini untuk memantapkan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana.
"Semua (jajaran OPD) bisa melayani masyarakat dengan baik, cepat, tepat. Astungkara semua berjalan dengan baik, tujuannya ya pasti untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia," ucapnya.
Sementara itu, Ida Peranda Gede Manubawa Manuaba saking Griya Megati Desa Batuagung menuturkan bahwa terdapat banyak jenis ritual pawintenan.
Baca juga:
Pawintenan Saraswati OPD Jembrana Saat Purnama Kapitu
"Yang kali ini dilaksanakan yakni ritual Pawintenan Tapak Gana yang merupakan tingkatan atau lanjutan dari pawintenan Saraswati," tuturnya.
Terkait Pawintenan sendiri, kata Ida Peranda berasal dari kata Inten yang berarti permata, atau Soca. Dalam keyakinan umat Hindu di Bali, menurut dia, Soca merupakan simbul dari kesucian.
"Secara lahiriah, Pawintenan bertujuan untuk membersihkan diri dari kekotoran yang melekat pada diri seseorang dengan menggunakan sarana air dan bunga harum sedangkan secara batiniah bertujuan untuk memohon penyucian diri kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan waranugraha berupa tuntunan dan bimbingan," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2336 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan