Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sekolah Diliburkan, Warga Sibuk Bersihkan Rumah
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
banjirBanjir yang melanda Kota Negara, Selasa (27/1) malam tidak hanya membuat sejumlah rumah warga terendam air, bahkan juga merendam seluruh ruang kelas di MI Darussalam, Pengambengan, Negara.
Hal tersebut membuat, warga yang rumahnya kemasukan air terpaksa kerja ekstra untuk membersihkan rumahnya dari bekas-bekas banjir.
Sementara MI Darussalam terpaksa meliburkan muridnya lantaran hingga siang ini, seluruh ruang kelas masih terendam air.
Pantauan di sejumlah titik banjir, terlihat sejumlah warga sibuk
membersihkan bekas-bekas banjir dan memperbaiki selokan untuk mengalirkan sisa-sisa air yang masih menggenang di halaman rumah.
"Hujan deras yang melanda Kota Negara membuat sungai di depan rumah saya tidak kuat mengalirkan air yang debitnya sangat besar sehingga meluber sampai masuk ke rumah saya," kata Nyoman Kartawan, warga Kelurahan Dauh Waru, Jembrana saat ditemui sedang sibuk membersihkan sisa-sisa banjir, Rabu (28/1).
Menurutnya, air mulai masuk ke rumahnya sejak jam 19.00 kemarin dan berangsur-angsur surut 2 jam kemudian seiring dengan meredanya hujan.
"Mulai jam 7 malam air sudah masuk ke rumah saya tapi 2 jam kemudian sudah mulai surut. Saya sampai begadang untuk menyelamatkan barang-barang saya," terangnya.
Sementara itu pantauan di MI Darussalam, air tampak masih menggenangi areal sekolah sehingga 130 murid MI tersebut terpaksa harus diliburkan.
Menurut Faturrahim, terjadinya banjir tersebut lantaran aliran air di sungai samping sekolahnya tidak normal sehingga air menggenangi sekolahnya sampai setinggi lutut orang dewasa.
"Kami tidak mau ambil resiko karena air masih menggenangi sekolah kami sehingga murid terpaksa kami liburkan," katanya.
Sementara itu Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika ditemui terpisah, Rabu (28/1) mengatakan terjadinya banjir tersebut lantaran terjadi penyumbatan saluran air sehingga aliran air tidak lancar.
"Semestinya kanal twin tower sebagai pengendali banjir masih bisa menampung air namun karena arus air sangat besar sehingga kanal tersebut tidak mampu menampungnya sehingga air meluber," katanya.
Menurutnya, hal tersebut akan segera diatasi dengan
memperbaiki drainase dan melakukan pelebaran dan pendalaman kanal.
"Upaya ini harus diimbangi dengan pendalaman Sungai Ijogading sebagai tempat pembuangan air untuk dialirkan ke laut. Upaya tersebut akan tidak berguna jika elevasinya kanal sejajar dengan Ijogading," jelasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan