Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Siklon Billy, Selat Bali Terancam Buka Tutup
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Tuban meramalkan siklon Billy yang terjadi barat laut Australia juga akan mengakibatkan cuaca buruk di selat Bali. Hal tersebut mengakibatkan arus penyeberangan di tengah padatnya penumpang yang ingin menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terancam buka tutup. Pasalnya pihak Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk tidak mau ambil resiko jika memaksakan kapal berlayar dalam situasi cuaca yang tidak bersahabat.
Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari, Minggu (28/12) membenarkan badai siklon tropis Billy mengakibat gelombang laut di selatan Bali mencapai 4,5 meter yang juga berimbas kepada cuaca di Selat Bali berawan berpeluang hujan, angin kencang serta ketinggian gelombang mencapai di atas 2 meter.
"Selat Bali juga ikut kena imbasnya. Dari ramalan BMG yang diterimanya, saat ini cuaca di Selat Bali berawan dan berpeluang hujan, kecepatan angin antara 8 hingga 15 knot/jam dan ketinggian gelombang 0,75 sampai 2 meter. Namun cuaca di Selat Bali sulit diprediksi, sewaktu–waktu bisa berubah sangat buruk terutama pada malam hari,"jelasnya.
Lanjut Kari, pihaknya memantau perkembangan Selat Bali 24 jam dan juga sudah mengeluarkan himbauan kepada semua nahkoda kapal baik secara lisan maupun tertulis agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta selalu memperhatikan cuaca sebelum atau saat berlayar. "Jika cuaca sangat membahayakan pelayaran kami minta nahkoda agar menunda pelayaran dan jika sudah di tengah laut agar kembali ke pelabuhan terdekat," jelasnya.
Kata Kari, jika nantinya cuaca di Selat Bali benar-benar sangat membahayakan, maka pihaknya terpaksa akan melakukan pola buka tutup. "Jika cuaca benar-benar sangat buruk, penyeberangan akan kita tutup sampai cuaca membaik," tandasnya.
Namun demikian, cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali lebih banyak berimbas ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi karena Gilimanuk posisinya lebih terlindung dan jauh lebih aman. "Biasanya saat angin timur ombak pantai yang besar terjadi di Ketapang dan membuat kapal oleng sehingga membahayakan kapal yang bersandar atau bongkar muat,"jelasnya.
Makanya, kata Kari pola buka tutup lebih sering dilakukan Syahbandar Ketapang. "Jika Ketapang tutup, Gilimanuk juga harus tutup, kalau tidak kapal yang berlayar dari Gilimanuk akan terkatung-katung di tengah laut karena tidak ada dermaga untuk bersandar dan itu sangat berbahaya,"pungkasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan