Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
SMPN 2 Tabanan Rencana Iuran Rp 50.000 Per Bulan
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sejumlah orang tua murid SMPN 2 Tabanan mengeluhkan rencana iuran Rp 50 ribu per bulan bagi siswanya. Kekecewaan sejumlah orang tua murid karena kegunaan iuran tersebut dinilai tidak logis, dimana salah satunya untuk membeli sapu dan ember.
Yang tidak mengenakkan lagi adalah iuran yang rencananya terkumpul Rp281 juta lebih itu akan digunakan untuk biaya perjalanan dinas guru.
Seperti yang diungkapkan oleh sejumlah orang tua murid yang enggan namanya di-onlinekan. Ia merasa terbebani dengan rencana pungutan tersebut.
"Pasalnya dalam surat edaran Gubernur Bali yang menyatakan larangan memungut uang sekolah. Tapi kenyataannya SMPN 2 Tabanan rencananya menarik sumbangan Rp 50 ribu per siswa untuk dana komite, komputer dan tabungan,” jelasnya dengan nada sedikit kecewa.
Rencana sumbangan tersebut terungkap dari rapat sosialisasi program sekolah yang digelar Komite Sekolah SMPN 2 Tabanan, Minggu (30/8).
Iuran Rp 50 ribu terhadap 976 siswa terkumpul dana Rp 281.088.000 yang rencananya digunakan untuk dana komite Rp 24 ribu, keperluan komputer Rp 16 ribu dan tabungan siswa Rp 10 ribu.
Dana yang terkumpul itu juga akan digunakan perbaikan dan pemeliharaan di antaranya digunakan untuk membeli sapu, ember, lap dsb yang perbulan dianggarkan Rp 400 ribu, perbaikan kursi Rp 400 ribu per bulan, melabur tembok Rp 500 ribu per bulan.
Media pembelajaran Rp 500 ribu per bulan dan taman Rp 500 per bulan.Terkait kegiatan rumah tangga, dari dana komite tersebut di antaranya digunakan untuk perjalanan dinas guru Rp 1.107.000 per bulan dan siswa Rp 1.021.000.
Juga digunakan untuk peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan Rp 600 ribu per bulan, hubungan dengan instansi terkait Rp 500 ribu per bulan. Kegiatan yang tidak logis lainnya adalah untuk kegiatan Upacara Keagamaan, misalnya untuk upacara saraswati menghabiskan biaya Rp 300 ribu per bulan.
“Masak kegiatan Saraswati setiap bulan?,” ujar seoarang wali murid. Meski menerima rencana tersebut dengan terpaksa, para orang tua murid mengaku kecewa karana sejumlah dana digunakan untuk biaya yang tidak logis. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan