Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Sutjidra-Supriatna Menyerahkan 47 Ton Bantuan Benih Padi dan Jagung
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna didampingi Kepala Dinas Pertanian Buleleng menyerahkan 47 ton bantuan benih padi dan jagung kepada subak dan kelompok tani dari 7 kecamatan di Kabupaten Buleleng, Senin (7/7).
Penyerahan benih dilakukan secara simbolis di Halaman Kantor Bupati Buleleng. Bantuan ini didistribusikan hari itu juga dan akan digunakan untuk masa tanam IP2 (Indeks Pertanaman ke-2). Setiap subak mendapat alokasi 20 kilogram benih per hektar.
Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa Pemkab Buleleng sangat berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian pangan di wilayahnya. Kolaborasi pun dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Polres Buleleng yang aktif dalam program penanaman jagung.
"Kita akan mensosialisasikan setiap hari bahwa sekarang ada produk nasi jagung Buleleng. Ini adalah hal yang baik untuk menanggulangi kebutuhan beras yang tinggi. Diversifikasi dari nasi beras murni. Semoga kerjasama kita bisa berjalan baik sehingga bisa semakin mandiri pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Saat ini, stok benih padi dan jagung di Buleleng dalam kondisi cukup dan telah tersebar ke petani. Sutjidra juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Buleleng akan memanen varietas padi baru asli Buleleng. Hasil produktivitas padi itu nantinya akan diukur dan dimaksimalkan ke depannya.
Sutjidra mengingatkan para petani agar tidak melakukan alih fungsi lahan.
"Yang paling penting karena masyarakat kita terus bertumbuh, kebutuhan lahan pangan pasti terus meningkat. Kita berupaya untuk harus bisa menyuplai pangan untuk masyarakat kita dari daerah kita sendiri," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat menyampaikan, produksi pertanian di Buleleng berjalan baik. Pada masa tanam pertama (IP1), Buleleng telah memanen gabah dari 9000 hektar, di mana 57 ton di antaranya diserap oleh Bulog.
Melandrat juga memastikan bahwa meskipun ada konversi lahan, luas baku sawah di Buleleng masih aman, dan produksi pertanian daerah ini tetap bisa diandalkan.
"Target kita tercapai. Saya banyak-banyak bersyukur dan tentu ini support dari Bapak Bupati, Pak Wakil yang selalu mendorong kami untuk terus bekerja," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4696 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan