Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Triple J Kutuk Bogem Handoko Kepada Miftahudin
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aksi pemukulan terhadap fotografer Radar BaliAksi pemukulan terhadap fotografer Radar Bali, Miftahudin yang dilakukan oleh Paul Handoko dinilai telah melecehkan profesi jurnalis dan Undang-undang Pers. Jaringan Jurnalis Jembrana (JJJ, Triple J) mengutuk perilaku biadab tersebut dan meminta kepada aparat penegak hukum agar kasus ini diusut tuntas. "Perilaku yang tidak terpuji tersebut harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Kami sangat menyesalkan kejadian itu apalagi terjadi di salah satu lembaga hukum," ujar Issayudhi, anggota Triple J yang juga wartawan Patroli Post, Jumat (16/1).
Menurut Issayudhi, Paul Handoko tidak berhak melarang seorang fotografer mengambil gambarnya. "Beda kalau pengambilan fotonya di rumah, Handoko bisa melarang. Ini kan tidak di rumahnya, tidak berhak dong Handoko melarangnya. Kalau tidak mau difoto, kan bisa bilang baik-baik bukan malah melayangkan bogem mentah," tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Putu Witari, koordinator Triple J yang juga wartawan Denpost. Witari sangat menyayangkan aksi premanisme yang dilakukan Paul Handoko terhadap Miftahudin karena di jaman kebebasan pers seperti sekarang ini, pekerja jurnalistik dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
"Artinya aksi pemukulan yang dilakukan Handoko tidak hanya melecehkan wartawan tetapi juga melecehkan undang-undang pers," ungkapnya, Jumat (16/1). Menurutnya, aksi pemukulan terhadap Miftahudin tidaklah sama dengan penganiayaan biasa sehingga pelakunya harus dijerat dengan KUHP dan UU Pers.
"Kami Jaringan Jurnalis Jembrana meminta agar pelakunya diganjar hukuman setimpal. Hukum harus ditegakan, jika tidak, kasus ini akan menjadi preseden buruk terhadap dunia pers di Indonesia," pungkasnya diamini semua anggota Triple J
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan