Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Upaya Percepatan Stunting di Jembrana Dilakukan Rembuk dan Penandatanganan Komitmen Bersama
beritabali/ist/Upaya Percepatan Stunting di Jembrana Dilakukan Rembuk dan Penandatanganan Komitmen Bersama.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk menyelaraskan program kegiatan pemerintah dalam upaya penurunan angka stunting dilaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten dan Penandatanganan Komitmen Bersama Mendukung Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jembrana Tahun 2023, Selasa (16/5/2023) di Aula Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana.
Rembuk stunting dilaksanakan dengan tujuan penyelarasan dan penyusunan program kegiatan percepatan penurunan stunting antar sektor di Kabupaten Jembrana diikuti oleh 130 orang dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Mitra Kerja TPPS Kabupaten Jembrana dengan materi diskusi Analisis Situasi dan Prevalansi Stunting dan Rencana Aksi Daerah dalam Percepatan Penurunan Stunting.
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Khrisna (Ipat) selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jembrana dalam sambutannya mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan dengan instan namun melalui sebuah proses panjang dengan langkah awal melalui sosialisasi.
"Untuk upaya penurunan stunting langkah awal yang dapat kita ambil adalah dengan melakukan sosialisasi dengan menanamkan konsep keluarga berkualitas, keluarga berkualitas itu adalah keluarga sehat, berpendidikan dan berkecukupan itu yang harus kita wujudkan sehingga dapat menghasilkan generasi yang berkualitas," jelasnya.
Lanjut, Ipat mengatakan Rembuk stunting merupakan satu langkah yang sangat penting dilaksanakan dengan harapan dapat tercipta komitmen bersama seluruh Perangkat Pimpinan Daerah dari Kabupaten hingga tingkat desa/kelurahan untuk intervensi percepatan penurunan stunting.
"Saya minta intervensi tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan dan Keluarga Berencana saja, namun juga diharapkan peran desa dan kelurahan, semua sektor harus bersatu-padu wujudkan komitmen bersama penurunan stuntung sehingga bisa tercapai target prevalensi stunting Bali yaitu 6,15 % tahun 2024," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA PPKB Kabupaten Jembrana Ni Kade Ari Sugianti selaku Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jembrana menjelaskan bahwa Stunting sangat Penting untuk menjadi Perhatian kita semua, karena stunting sangat berpengaruh terhadap Kualitas Generasi Emas Jembrana.
"Kami telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 245 Tim, masing-masing Tim terdiri dari 3 Orang yaitu dari Unsur Tenaga Kesehatan, Kader KB dan Kader PKK Desa/Kelurahan semoga dapat mempercepat pencegahan dan menurunkan prevalensi stunting sehingga Masyarakat Jembrana melahirkan Generasi yang berkualitas dan bahagia kedepan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2336 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan