Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Tidak Mampu Bayar, Balita Tertahan di Rumah Sakit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tidak mampu membayar perawatan lantaran tidak mempunyai uang, seorang pasien balita tertahan di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja.
Pasangan Suami istri dari Dusun Sinalud, Desa Kayuputih Melaka, Selasa (7/4) pagi terlihat pasrah di Ruang Merak A5 Rumah Sakit Karya Dharma Husada, sembari menunggu anaknya Ketut Aditya, (3) yang telah sembuh, namun masih tertahan lantaran ongkos perawatan tidak mampu dibayar orang tuanya, Putu Arnika.
”Anak saya sakit tipes sudah delapan hari dan seharusnya kemarin sudah pulang, tapi untuk membayar biaya peratawan sebesar Rp 2 juta lebih, saya tidak punya uang dan rumah sakit harus bayar segitu sehingga anak saya masih tertahan di sini,” ungkap Arnika.
Kehadiran sejumlah wartawan di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja tak pelak membuat sejumlah karyawan di bagian keuangan uring-uringan. Mereka bahkan menuding para wartawan telah mengambil gambar maupun wawancara tanpa ijin.
Demikian juga ketika dikonfirmasi terkait penangganan Balita yang tertahan tersebut, tidak satupun staf bersedia memberikan keterangan termasuk Direkturnya.Setelah didesak akhirnya salah satu staf ditunjuk Direktur Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja sebagai juru bicara melalui telpon.
”Dalam menanggani masalah ini, pihak management rumah sakit masih mencarikan solusi, agar pasien bisa membayar biaya perawatan selama dirawat, salahnya pasien sendiri yang masuk ke kamar umum, bukan ke tempat perawatan pasien miskin,” papar Anna yang ditunjuk untuk memberikan keterangan kepada wartawan.
Berdasarkan keputusan yang diambil pihak managemen rumah sakit Karya Dharma Husada yang tidak memberlakukan SKTM, orang tua pasien balita itu akhirnya diberikan keringanan biaya.” Akan kita diberikan potongan 25 persen dari biaya perawatan yang harus dibayar orang tua pasien,”ujar Anna.
Sebelumnya, Ketut Aditya menderita sakit tipes, kedua orang tuanya yang panik dengan kondisi anaknya langsung melarikan ke Rumah Sakit Karya Dharma Husada hingga kemudian diharuskan menjalani rawat inap.
Namun setelah dinyatakan sembuh, orang tuanya tidak sanggup membayar hingga balita tersebut tertahan dan belum diperbolehkan pulang padahal kondisinya telah sembuh.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang