Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tidak Mampu Bayar, Balita Tertahan di Rumah Sakit

Selasa, 7 April 2009, 18:24 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Tidak mampu membayar perawatan lantaran tidak mempunyai uang, seorang pasien balita tertahan di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja.

Pasangan Suami istri dari Dusun Sinalud, Desa Kayuputih Melaka, Selasa (7/4) pagi terlihat pasrah di Ruang Merak A5 Rumah Sakit Karya Dharma Husada, sembari menunggu anaknya Ketut Aditya, (3) yang telah sembuh, namun masih tertahan lantaran ongkos perawatan tidak mampu dibayar orang tuanya, Putu Arnika.

”Anak saya sakit tipes sudah delapan hari dan seharusnya kemarin sudah pulang, tapi untuk membayar biaya peratawan sebesar Rp 2 juta lebih, saya tidak punya uang dan rumah sakit harus bayar segitu sehingga anak saya masih tertahan di sini,” ungkap Arnika.

Kehadiran sejumlah wartawan di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja tak pelak membuat sejumlah karyawan di bagian keuangan uring-uringan. Mereka bahkan menuding para wartawan telah mengambil gambar maupun wawancara tanpa ijin.

Demikian juga ketika dikonfirmasi terkait penangganan Balita yang tertahan tersebut, tidak satupun staf bersedia memberikan keterangan termasuk Direkturnya.Setelah didesak akhirnya salah satu staf ditunjuk Direktur Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja sebagai juru bicara melalui telpon.

”Dalam menanggani masalah ini, pihak management rumah sakit masih mencarikan solusi, agar pasien bisa membayar biaya perawatan selama dirawat, salahnya pasien sendiri yang masuk ke kamar umum, bukan ke tempat perawatan pasien miskin,” papar Anna yang ditunjuk untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

Berdasarkan keputusan yang diambil pihak managemen rumah sakit Karya Dharma Husada yang tidak memberlakukan SKTM, orang tua pasien balita itu akhirnya diberikan keringanan biaya.” Akan kita diberikan potongan 25 persen dari biaya perawatan yang harus dibayar orang tua pasien,”ujar Anna.

Sebelumnya, Ketut Aditya menderita sakit tipes, kedua orang tuanya yang panik dengan kondisi anaknya langsung melarikan ke Rumah Sakit Karya Dharma Husada hingga kemudian diharuskan menjalani rawat inap.

Namun setelah dinyatakan sembuh, orang tuanya tidak sanggup membayar hingga balita tersebut tertahan dan belum diperbolehkan pulang padahal kondisinya telah sembuh. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami