Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Rumah Sakit Milik Pemerintah Bukan Tempat Cari Duit
Minggu, 8 April 2018,
05:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah bukan tempat mencari duit, untuk itu diharapkan pelayanannya tidak membeda-bedakan masyarakat yang ingin berobat khususnya bagi mereka yang tidak mampu.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Sabtu, (7/4) di Renon, Denpasar. Menurutnya RS milik Pemerintah berdiri di atas tanah pemerintah, memakai anggaran dari pemerintah, gaji Dokter maupun pegawai dibiayai oleh negara atau Pemerintah dan obat juga telah dibeli oleh Pemerintah. Maka dari itu, kata dia tidak ada alasan RS milik Pemerintah menolak pasien pada saat mau berobat. Apalagi, meminta untuk membayar kepada pasien, masyarakat atau rakyat yang kurang mampu.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Sabtu, (7/4) di Renon, Denpasar. Menurutnya RS milik Pemerintah berdiri di atas tanah pemerintah, memakai anggaran dari pemerintah, gaji Dokter maupun pegawai dibiayai oleh negara atau Pemerintah dan obat juga telah dibeli oleh Pemerintah. Maka dari itu, kata dia tidak ada alasan RS milik Pemerintah menolak pasien pada saat mau berobat. Apalagi, meminta untuk membayar kepada pasien, masyarakat atau rakyat yang kurang mampu.
"Jika masih memaksakan pasien atau masyarakat kurang mampu untuk membayar, tentu itu salah. Apalagi hanya sekedar prosedur-prosedur, terkadang hal tersebut tidak dipahami. Mungkin saja pihak RS takut akan disalahkan, dan untuk selanjutnya yang akan membayar siapa?. Memang terkait dengan hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi, tetap hal tersebut tidak boleh terjadi di RSU milik Pemerintah," ujarnya.
Pastika mencontohkan, misal ada orang alami kecelakaan tiba-tiba tidak membawa apa-apa, pas pada saat akan melakukan pengobatan. Apakah, akan dibiarkan orang tersebut meningal begitu saja. Itu tidak boleh sampai terjadi.
[pilihan-redaksi]
"Saya contohkan, misal ada orang alami kecelakaan. Apakah akan dibiarkan begitu saja oleh pihak RS. Itu tidak boleh sampai dilakukan, justru itulah gunanya rumah sakit pemerintah. Maka itu sebabnya, Puskesmas, RSUD, RSUP tidak boleh terlalu ketat dengan aturan-aturan administrasi. Bukan terkait dengan hal ini, saya menyuruh untuk melangar. Akan tetapi, buatkan aturan jika kondisinya seperti itu. Siapa yang boleh menentukan, bahwasanya orang tersebut dapat pelayaan pengobatan gratis," paparnya.
"Saya contohkan, misal ada orang alami kecelakaan. Apakah akan dibiarkan begitu saja oleh pihak RS. Itu tidak boleh sampai dilakukan, justru itulah gunanya rumah sakit pemerintah. Maka itu sebabnya, Puskesmas, RSUD, RSUP tidak boleh terlalu ketat dengan aturan-aturan administrasi. Bukan terkait dengan hal ini, saya menyuruh untuk melangar. Akan tetapi, buatkan aturan jika kondisinya seperti itu. Siapa yang boleh menentukan, bahwasanya orang tersebut dapat pelayaan pengobatan gratis," paparnya.
Dikatakan, saat ini juga ada kecenderungan rumah sakit swasta, jika dalam menerima pasien sudah dirasa berat. Maka, selanjutnya pasien tersebut akan dikirim ke rumah sakit milik Pemerintah. Sembari dirinya menambahkan, terkait dengan hal tersebut RSU milik Pemerintah jangan sampai mengeluh. Karena, justru RS milik Pemerintah dibuat atau dibangun untuk hal tersebut. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026