Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Rumah Sakit Milik Pemerintah Bukan Tempat Cari Duit
Minggu, 8 April 2018,
05:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah bukan tempat mencari duit, untuk itu diharapkan pelayanannya tidak membeda-bedakan masyarakat yang ingin berobat khususnya bagi mereka yang tidak mampu.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Sabtu, (7/4) di Renon, Denpasar. Menurutnya RS milik Pemerintah berdiri di atas tanah pemerintah, memakai anggaran dari pemerintah, gaji Dokter maupun pegawai dibiayai oleh negara atau Pemerintah dan obat juga telah dibeli oleh Pemerintah. Maka dari itu, kata dia tidak ada alasan RS milik Pemerintah menolak pasien pada saat mau berobat. Apalagi, meminta untuk membayar kepada pasien, masyarakat atau rakyat yang kurang mampu.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Sabtu, (7/4) di Renon, Denpasar. Menurutnya RS milik Pemerintah berdiri di atas tanah pemerintah, memakai anggaran dari pemerintah, gaji Dokter maupun pegawai dibiayai oleh negara atau Pemerintah dan obat juga telah dibeli oleh Pemerintah. Maka dari itu, kata dia tidak ada alasan RS milik Pemerintah menolak pasien pada saat mau berobat. Apalagi, meminta untuk membayar kepada pasien, masyarakat atau rakyat yang kurang mampu.
"Jika masih memaksakan pasien atau masyarakat kurang mampu untuk membayar, tentu itu salah. Apalagi hanya sekedar prosedur-prosedur, terkadang hal tersebut tidak dipahami. Mungkin saja pihak RS takut akan disalahkan, dan untuk selanjutnya yang akan membayar siapa?. Memang terkait dengan hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi, tetap hal tersebut tidak boleh terjadi di RSU milik Pemerintah," ujarnya.
Pastika mencontohkan, misal ada orang alami kecelakaan tiba-tiba tidak membawa apa-apa, pas pada saat akan melakukan pengobatan. Apakah, akan dibiarkan orang tersebut meningal begitu saja. Itu tidak boleh sampai terjadi.
[pilihan-redaksi]
"Saya contohkan, misal ada orang alami kecelakaan. Apakah akan dibiarkan begitu saja oleh pihak RS. Itu tidak boleh sampai dilakukan, justru itulah gunanya rumah sakit pemerintah. Maka itu sebabnya, Puskesmas, RSUD, RSUP tidak boleh terlalu ketat dengan aturan-aturan administrasi. Bukan terkait dengan hal ini, saya menyuruh untuk melangar. Akan tetapi, buatkan aturan jika kondisinya seperti itu. Siapa yang boleh menentukan, bahwasanya orang tersebut dapat pelayaan pengobatan gratis," paparnya.
"Saya contohkan, misal ada orang alami kecelakaan. Apakah akan dibiarkan begitu saja oleh pihak RS. Itu tidak boleh sampai dilakukan, justru itulah gunanya rumah sakit pemerintah. Maka itu sebabnya, Puskesmas, RSUD, RSUP tidak boleh terlalu ketat dengan aturan-aturan administrasi. Bukan terkait dengan hal ini, saya menyuruh untuk melangar. Akan tetapi, buatkan aturan jika kondisinya seperti itu. Siapa yang boleh menentukan, bahwasanya orang tersebut dapat pelayaan pengobatan gratis," paparnya.
Dikatakan, saat ini juga ada kecenderungan rumah sakit swasta, jika dalam menerima pasien sudah dirasa berat. Maka, selanjutnya pasien tersebut akan dikirim ke rumah sakit milik Pemerintah. Sembari dirinya menambahkan, terkait dengan hal tersebut RSU milik Pemerintah jangan sampai mengeluh. Karena, justru RS milik Pemerintah dibuat atau dibangun untuk hal tersebut. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026