Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tidak Kuat Imbangi Istri Berhubungan, Pertanda Turunnya Hormon Testosteron?
Minggu, 10 Maret 2019,
12:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Tanya: “Dok, saya berusia empat puluh empat tahun, saya merasa dua tahun belakangan ini tidak lagi memiliki keinginan seksual yang bagus dan sudah tidak kuat mengimbangi keinginan istri untuk berhubungan seksual. Saya sekarang merasa sering lelah, letih dan tidak bersemangat kerja. Sempat saya baca kalau ini adalah tanda menurunnya hormon laki-laki, apa memang betul dok? Terimakasih.“ (Suryo,Jogja).
[pilihan-redaksi]
Jawab: Hormon adalah substansi kimia di tubuh yang diatur oleh mekanisme otak dengan target organ tertentu dengan peran yang sangat spesifik, misalnya yang saat ini paling populer adalah hormon insulin yang berperan mengatur keseimbangan gula darah.
Jawab: Hormon adalah substansi kimia di tubuh yang diatur oleh mekanisme otak dengan target organ tertentu dengan peran yang sangat spesifik, misalnya yang saat ini paling populer adalah hormon insulin yang berperan mengatur keseimbangan gula darah.
Tentang hormon yang ditanyakan, bisa dipastikan itu maksudnya adalah hormon testosteron, dan testosteron memang akan menurun seiring bertambahnya usia.
Penurunan level testosteron ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala akibat proses penuaan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Secara keseluruhan, testosteron tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan seksual saja, tetapi testosteron diperlukan untuk membentuk otot, tulang, darah, energi, fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, fungsi kecerdasan dan kenyamanan secara umum.
Dengan gejala-gejala yang timbul jika seseorang mengalami penurunan kadar testosteron adalah meningkatnya lemak di perut sehingga akan terlihat perut membuncit, rambut yang mulai berkurang sehingga mengalami kebotakan, fungsi seksual yang menurun dengan tanda menurunnya dorongan seksual, tidak maksimalnya ereksi dan tidak merasakan orgasme yang baik lagi. Juga ada keluhan umum seperti gangguan tidur dan suasana hati serta penurunan rasa kenyamanan seperti lelah, depresi, bingung dan berkeringat di malam hari.
Jika melihat adanya serangkaian keluhan tersebut maka perlu dipastikan kemudian antara tanda penurunan testosteron ini dengan pemeriksaan fisik yang lebih cermat oleh seorang dokter yang paham kesehatan seksual dan pengobatan hormon untuk selanjutnya dikonfirmasi juga dengan pemeriksaan laboratorium seperlunya.
Perlu dicatat bahwa obesitas atau kegemukan dapat juga menjadi penyebab testosteron rendah. Dalam kasus obesitas, jumlah sel-sel lemak dalam jumlah besar meningkatkan proses perubahan testosteron ke hormon lain sehingga menyebabkan kadar testosteron menjadi rendah. Kegemukan dan proses penuaan ini yang menjadi penyebab terbanyak penurunan testosteron saat ini.
Secara lebih sederhana, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penurunan testosteron atau tidak, bisa dilakukan deteksi awal dengan cara menjawab pertanyaan berikut ini: 1. Apakah libido dan dorongan seksual menurun akhir-akhir ini? 2. Apakah merasa lemas dan kurang bertenaga? 3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun? 4. Apakah tinggi badan berkurang? 5. Apakah merasa kenikmatan hidup mulai menurun? 6. Apakah sering merasa kesal atau mudah marah? 7. Apakah kekuatan ereksi kurang kuat? 8. Apakah merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga? 9. Apakah sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam?
[pilihan-redaksi2]
10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah 'ya' atau ada 3 jawaban yang 'ya' selain pada nomer tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium.
10. Apakah merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja? Jika jawaban no 1 dan 7 adalah 'ya' atau ada 3 jawaban yang 'ya' selain pada nomer tersebut, kemungkinan kadar testosteronnya menurun. Tapi hal ini harus dicek lagi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium.
Selanjutnya untuk mengatasi semua kelhal ini, saat ini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan cepat dengan cara melakukan testosteron replacement theraphy, yaitu sejenis terapi dengan cara memberikan hormon testosteron yang fungsinya sama dengan testosteron alami di dalam tubuh.
Terapi testosteron ini ada dalam bentuk pil atau gel untuk jangka pendek, dan ada juga melalui injeksi untuk jangka lebih panjang. Pengobatan ini berlangsung jangka panjang, sehingga harus terus dimonitor agar bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Pemberian testosteron ini sesungguhnya tidak hanya meningkatkan fungsi seksual saja, tapi juga semua aspek yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, aktifitas sehari-hari menjadi lebih semangat dan bergairah, hidup menjadi nyaman dan komposisi tubuh menjadi sehat dan bugar kembali. Tentu saja perlu didukung dengan pola hidup sehat, makan yang berimbang, olahraga yang cukup dan hindari stres. (bbn/dr. Oka Negara, FIAS/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026