Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
188 ABK Kapal Asal Bali Terombang-Ambing di Perairan Karangasem
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Buntut penutupan Bandara dan Pelabuhan pada hari ini Jumat (24/4/2020), sebanyak 327 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari Australia dengan menumpang kapal motor (KM) Carnival Splendor tidak bisa masuk ke Pelabuhan Benoa, Bali.
[pilihan-redaksi]
Ratusan penumpang kapal yang diantaranya 188 warga Bali itu kini terdampar di perairan Karangasem Bali. Sejak 2 hari lalu paska rencana penutupan Bandara dan Pelabuhan atas instruksi Presiden Jokowi, sejumlah kapal-kapal besar yang datang dari Luar Negeri menuju Indonesia dibuat ketar ketir.
Mereka tidak bisa masuk, bahkan ditolak di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu kapal motor tersebut yakni KM Carnival Splendor berbendera Panama.
Kapal berpenumpang 327 pekerja migran itu datang dari Australia dengan tujuan Indonesia. Kapal yang dinakhodai Binaci asal Italia tersebut awalnya bertolak ke Batam, tapi di tolak oleh pihak otoritas pelabuhan setempat.
Akhirnya, pada Minggu (19/4/2020), kapal tersebut diijinkan masuk ke Bali. Mirisnya, saat tiba di perairan Lombok Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 11.00 WITA, kapal ditolak masuk ke Bali dengan alasan yang tidak jelas.
Menurut salah seorang crew KM Carnival Splendor, I Nengah Satwika, saat ini mereka masih bingung tidak bisa masuk ke Bali. Padahal, mereka sudah berkoordinasi dengan instansi terkait namun tidak direspon hingga detik ini.
"Jadi saat ini posisi kapal kami ada di perairan Karangasem. Kami terombang ambing disini sudah seminggu. Kami sudah minta tolong ke instansi terkait tapi tidak ada respon," ujarnya saat dihubungi via telpon, Jumat (24/4/2020).
Satwika menjelaskan, kapal yang ditumpanginya ini mengangkut 327 pekerja Migran dari Australia. Selebihnya 188 adalah warga Bali. Ratusan warga Bali ini pulang ingin melihat kampung halamanya karena dampak virus covid-19.
"Di kapal juga ada beberapa pilot dan crew pesawat salah satu penerbangan. Mereka gak bisa pulang lewat udara karena bandara ditutup. Jadi mereka ini dari Australia naik kapal Splendor menuju Bali," ungkapnya.
Menurut Satwika, bila mereka diperbolehkan masuk ke Bali, mereka sudah sepakat akan patuh untuk menjalani karantina di Bali.
"Kami disini semua sehat-sehat tidak ada yang sakit. Tapi apabila dikarantina, kami yang 327 orang di kapal siap mematuhi aturan pemerintah. Kami hanya mohon kapal bisa masuk ke Bali, kami rindu kampung halaman," pintanya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5936 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan