Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Benarkah Ineks Bisa Bantu Berhubungan Seks Maksimal?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tanya: "Dok, langsung saja nih, teman saya kemarin sembunyi-sembunyi saat datang ke rumah rupanya menaruh empat butir pil ekstasi yang disebutnya Ineks.
Sejak saya kehilangan gairah seksual karena mumet dan bosan selama pandemi, saya bercerita keluhan saya ini kepadanya, dan diberikan pil-pil ini. Benar nggak nih kalau menggunakan ineks malah bagus buat berhubungan seks, tambah kuat, dan tidak berbahaya?” (Zainal, Tangerang)
Jawab: Banyak penelitian yang menjelaskan tidak ditemukan efek yang benar-benar positif dari penggunaan narkoba pada hubungan seksual. Kalaupun dirasakan ada, semua sifatnya adalah bukan efek pasti, tetapi justru karena efek dari karakter narkobanya semata.
Ineks atau ekstasi yang merupakan narkoba jenis stimulan memberi efek membuat otak dipacu bekerja lebih dari semestinya, sehingga terkesan bahwa ada manfaat dalam meningkatkan potensi seksual. Padahal itu keliru, ibaratnya hanya dipacu sejenak dan kendor setelahnya.
Kalaupun tetap dipaksakan dan akhirnya seseorang terbiasa untuk menggunakan narkoba dalam berhubungan seks, mereka akan merasa tidak berdaya untuk berhubungan seks normal tanpa bantuan narkoba. Ini disebabkan oleh adanya ketergantungan psikis terhadap jenis narkoba tertentu sehingga berakibat negatif pada fisik, terutama fungsi motorik organ seksual.
Dalam prakteknya di lapangan malah sering kali banyak juga yang bereksperimen dengan mencampurnya dengan bahan atau obat lain. Ini malah bisa jadi lebih berbahaya. Mencampur alkohol dengan ineks dapat meningkatkan tekanan pada jantung secara tajam.
Sangat banyak yang masih percaya ineks dapat meningkatkan kenikmatan dan kualitas seks. Sayangnya, semuanya sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah. Justru yang kerap terjadi malah sebaliknya. Dan sudah banyak kasus fatal, nyawa melayang gara-gara ineks, yang merupakan turunan amfetamin ini.
Dalam riset yang menghubungkan antara ineks dan kenikmatan seks disebutkan justru ineks bertendensi membuat laki-laki menjadi sulit mengalami ereksi yang maksimal. Ineks sering membuat penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau sensasi seksual lainnya, namun pada akhirnya ineks sesungguhnya membawa efek terbalik pada kebanyakan pengguna sehingga menurunkan kenikmatan seksual. Efek lanjutnya juga jika ineks digunakan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan depresi yang kemudian akan menuju kepada disfungsi ereksi psikogenik.
Jadi, sesungguhnya semua efek psikis yang diduga membantu potensi seksual yang ditimbulkan narkoba sangat tergantung pada dosis, situasi, mood dan kebugaran seseorang. Bisa jadi anda menyukai seks ketika “fly” karena narkoba atau alkohol.
Namun hal ini tidak dapat bertahan lama, satu per satu masalah akan muncul. Itu artinya efek yang dikejar selama ini adalah efek palsu. Seringkali kekuatan sugesti otak manusia yang mampu mendominasi untuk mempersepsi efek tertentu yang kemudian diyakini sebagai sebuah kebenaran, padahal kebenaran sesungguhnya yang terjadi adalah sebaliknya.
Kesimpulannya, sebaiknya tidak dicoba menggunakan ineks atau ekstasi untuk membantu gairah seksual yang disebutkan menurun selama pandemi. Konsultasikan keluhannya ke dokter untuk memastikan penyebab keluhannya, apakah ada gangguan fisik, psikis, atau kombinasinya, untuk dipilihkan terapi yang tepat. Semakin awal dikonsultasikan, semakin baik.
dr. Oka Negara, S.Ked, MBiomed, FIAS
Reporter: bbn/oka
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan