Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Zona Merah Bali Bertambah, Danrem: Masih Banyak yang Abai Prokes
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Zona Merah atau kawasan dengan risiko penularan Covid-19 tinggi di Bali bertambah sejak 11 April lalu. Sebelumnya hanya tiga kabupaten/kota yang tercatat sebagai zona merah.
Sedangkan saat ini menjadi lima, yakni Kabupaten Buleleng, Tabanan, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.
Melihat kondisi itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., mengajak semua pihak utamanya masyarakat untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.
"Itu menjadi catatan terbanyak dari yang disampaikan Satgas Nasional Penanganan Covid-19, artinya kita semua perlu lebih patuh dan taat dalam menerapkan protokol kesehatan atau dengan kata lain masih banyak diantara kita yang masih mengabaikannya," papar Jumat (16/4) di Denpasar.
Danrem memperkirakan beberapa hal terkait terjadinya kerumunan ataupun mobilitas dari masyarakat yang cukup tinggi bisa menjadi penyebab terjadinya penularan Covid-19. Untuk itu, Danrem kembali mewanti-wanti semua pihak dan masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Covid-19 dalam berbagai tataran telah berusaha keras melakukan berbagai langkah mulai yang bersifat persuasif sampai pada penerapan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. Dia menilai Satgas di lapangan perlu lebih tegas dengan tetap mengedepankan langkah humanis dan persuasif.
"Namun demikian kuncinya ada pada tingkat kesadaran warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga penyebaran dan mata rantai Covid-19 dapat dikurangi dan diputus," ungkapnya.
Perbaikan perilaku untuk menerapkan prokes bukan saja untuk kepentingan kesehatan masyarakat, juga mendukung rencana dibukanya pariwisata internasional Yang direncanakan Juli mendatang.
"Sebaliknya jika masih banyak wilayah berstatus zona merah maka siapapun bisa berpikir ulang untuk datang karena mereka mempertimbangkan belum aman dan nyaman dari pandemi Covid-19", tegasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan