Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Anak-anak Korban Banjir di Jembrana Diberi Terapi Pascabencana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain meluluhlantakan rumah warga, banjir bandang di sungai Bilukpoh Kangin Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo Jembrana menyisakan derita bagi korban bencana banjir tersebut. Selain membawa trauma bagi korban dewasa, juga sangat dirasakan anak-anak.
Suasana di pengungsian yang berdesakan dan tidak leluasa, membuat anak-anak korban banjir bandang di posko pengungsi merasakan jenuh. Minimnya sarana bermain untuk anak-anak menjadi penyebab anak-anak menjadi bosan dan ingin segera kembali ke rumahnya.
Guna mengobati kejenuhan anak anak ini petugas dari PMI memberikan trauma healing, Rabu (19/10/2022). Seperti di lokasi pengungsian korban banjir bandang di balai tempek setempat. Petugas dari PMI Provinsi Bali ditugaskan untuk mendampingi anak-anak.
Petugas mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi untuk mengurangi rasa trauma dan bosan dipengungsian. Anak anak ini, didominasi murid sekolah dasar yang berusia 10 tahun ke bawah.
Petugas PMI Provinsi Anastasia Ratih Indah Anggreni mengatakan, trauma healing atau penyembuhan trauma dampak banjir bandang bagi korban terutama anak anak. Karena selama di pengungsian mereka pasti ada rasa bosan, apalagi mereka belum bisa masuk sekolah.
"Untuk psikososial sih sebenarnya. Karena anak anak ini kan pasti bosan mereka di lokasi ini, selama dua hari. Mereka ada yang bilang bosan maen HP," kata Anastasia di sela-sela bermain dengan anak-anak Rabu (19/10/2022).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang