Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Co-CEO SM Entertainment Kecam HYBE Beli Saham Lee Soo-man
BERITABALI.COM, DUNIA.
SM Entertainment buka suara tak lama setelah HYBE resmi membeli banyak saham SM Entertainment melalui kerja sama dengan Lee Soo-man. Hal itu membuat HYBE kini menguasai 14,8 persen saham yang senilai 422,8 miliar won atau sekitar Rp5 triliun.
Pada Jumat (10/2), co-CEO SM Entertainment, Lee Sung-soo dan Tak Young-joon bersama 23 direktur utama di perusahaan itu merilis pernyataan resmi dan menyatakan menolak upaya akuisisi yang bermusuhan dari luar.
"Dengan tegas kami ingin menyampaikan posisi tegas setiap karyawan dan artis SM Entertainment menolak segala bentuk dan semua upaya akuisisi yang berseberangan dari luar," bunyi keterangan itu, seperti diberitakan Hankook Ilbo.
Dalam pernyataan resmi itu, SM Entertainment menyinggung rencana masuk ke fase baru, SM 3.0, tanda transisi dari produser tunggal ke sistem multi-produksi atau multi-label.
SM 3.0 diumumkan Jumat (3/2) dan diungkapkan bakal melibatkan pendirian lima pusat produksi yang berbeda dan label musik independen untuk mendiversifikasi produksi.
Sehingga, sistem tersebut benar-benar berbeda dari sistem yang dibangun Lee Soo-man selaku penanggung jawab semua proses produksi musik sejak membangun SM Entertainment.
"Dengan fase baru SM 3.0, SM Entertainment berencana untuk sekali lagi mengambil langkah untuk jadi perusahaan terkemuka dalam hiburan global dengan dukungan dari penggemar dan pemegang saham," kata SM Entertainment.
Atas dasar itu, mereka mengumumkan kemitraan dengan Kakao, raksasa teknologi Korea yang mengakuisisi 9,05 persen saham SM Entertainment. Hal itu diumumkan ke publik pada Selasa (7/2).
Baca juga:
Kerja Sama dengan Dinkes, Diskominfos Bali Fasilitasi Booster II untuk Media dan Masyarakat
"Kemitraan strategis SM Entertainment dan Kakao menandai langkah dalam mengamankan komponen yang diperlukan untuk SM 3.0. Kemitraan ini pasti akan menunjukkan efek sinergi uang kuat dalam memperkuat jangkauan global konten IP SM dengan berbagai aplikasi."
Mereka juga menekankan kemitraan itu bukan upaya merger atau akuisisi yang agresif atau untuk perseteruan, seperti yang disampaikan Lee Soo-man beberapa waktu lalu sebelum menjual sahamnya kepada HYBE.
"Oleh karena itu, kami ingin menekankan kemitraan strategis dengan Kakao merupakan keputusan manajemen yang kami rasa perlu untuk pemenuhan SM 3.0," keterangan SM.
"Dengan demikian kemitraan tersebut tidak memainkan peran penting dalam hal yang disebut 'pertarungan manajemen' karena kami pemegang saham terbesar perusahaan bersikeras untuk melakukannya."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan