Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tiga Tahun Absen, Karangasem Kembali Gelar Porsenijar, Diikuti 1.529 Pelajar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah 3 tahun ditiadakan akibat Pandemi Covid-19, pada tahun 2023 ini Kabupaten Karangasem kembali melaksanakan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar).
Porsenijar Kabupaten Karangasem tahun 2023 ini akan berlangsung selama 4 hari yang dibuka secara resmi pada hari ini, Selasa (11/4/2023) bertempat di GOR Gunung Agung, Amlapura.
"Pembukaan Porsenijar Kabupaten Karangasem berlangsung hari ini. Akan berlangsung hingga 14 April 2023 mendatang, ini yang pertama kalinya setelah sebelumnya terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2019," kata Kabid Kepemuda dan Olahraga, Disdikpora Karangasem, I Gusti Made Arta Wijaya kepada media ini.
Pada tahun 2023 ini, ada sebanyak 1.529 orang peserta atau kontingen perwakilan dari 8 Kecamatan se Kabupaten Karangasem. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 8 Cabor seperti, Atletik, Pencak Silat, Karate, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Catur, Bola voli dan Sepak Bola.
Sementara untuk Cabang Seni seperti melukis, menyalin aksara latin ke aksara bali, Mesatua Bali tingkat (SD), Macepat tingkat (SD), Mapidarta tingkat (SMP), Mekidung tingkat (SMP), Darma Wacana tingkat (SMA) dan Makekawin tingkat (SMA).
"Untuk lokasi lombanya bertempat di GOR Gunung Agung, Stadion Gusti Ketut Jelantik, PB. Prima, dan sekolah – sekolah di lingkungan Kota Amlapura," imbuh Wijaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun