Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Cina-AS Sepakat Stabilkan Hubungan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina dan Amerika Serikat sepakat untuk menstabilkan hubungan agar tak berujung konflik di tengah persaingan sengit kedua negara tersebut.
Presiden Cina Xi Jinping menyambut "kemajuan" setelah berjabat tangan dengan Blinken di Aula Rakyat, sebuah tempat yang biasanya dipesan untuk menyambut kepala negara.
Blinken dan Presiden Xi sepakat menekankan pentingnya memiliki hubungan yang lebih stabil, karena konflik antara dua ekonomi terbesar di dunia ini akan menciptakan gangguan global.
Namun, kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken ke Beijing juga tak mencapai kemajuan besar. Cina masih menutup usaha Amerika untuk melanjutkan saluran komunikasi militer-ke-militer dan menyebut sanksi AS sebagai hambatan.
Kedua negara tersebut terlihat teguh dalam posisi mereka terkait segala hal mulai dari Taiwan hingga perdagangan, termasuk tindakan AS terhadap industri chip Cina, hak asasi manusia, dan perang Rusia melawan Ukraina.
Gedung Putih menyebut pertemuan tersebut sebagai "langkah maju yang baik."
"Pesan utama Blinken adalah menekankan pentingnya mempertahankan saluran komunikasi terbuka untuk mengurangi risiko," kata Humas Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.
Meski belum menemukan kemajuan besar, keduanya sepakat untuk melanjutkan keterlibatan diplomatik dengan lebih banyak kunjungan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.
Blinken yang merupakan Menteri Luar Negeri AS pertama yang bertemu Presiden Cina sejak 2018, mengatakan dia telah mengangkat isu-isu kontroversial dalam pertemuannya, seperti Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya, Laut Cina Selatan, perang Rusia di Ukraina, dan peluncuran rudal Korea Utara.
"Hubungan ini sedang mengalami ketidakstabilan, dan kedua belah pihak menyadari perlunya bekerja untuk menstabilkannya," kata Blinken dalam konferensi pers usai kunjungannya selama dua hari ke Beijing.
"Tetapi kemajuan memang sulit. Itu membutuhkan waktu. Dan itu bukan hasil dari satu kunjungan, satu perjalanan, satu percakapan. Harapan dan harapan saya adalah: kita akan memiliki komunikasi yang lebih baik, keterlibatan yang lebih baik di masa depan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan