Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Cina-AS Sepakat Stabilkan Hubungan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina dan Amerika Serikat sepakat untuk menstabilkan hubungan agar tak berujung konflik di tengah persaingan sengit kedua negara tersebut.
Presiden Cina Xi Jinping menyambut "kemajuan" setelah berjabat tangan dengan Blinken di Aula Rakyat, sebuah tempat yang biasanya dipesan untuk menyambut kepala negara.
Blinken dan Presiden Xi sepakat menekankan pentingnya memiliki hubungan yang lebih stabil, karena konflik antara dua ekonomi terbesar di dunia ini akan menciptakan gangguan global.
Namun, kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken ke Beijing juga tak mencapai kemajuan besar. Cina masih menutup usaha Amerika untuk melanjutkan saluran komunikasi militer-ke-militer dan menyebut sanksi AS sebagai hambatan.
Kedua negara tersebut terlihat teguh dalam posisi mereka terkait segala hal mulai dari Taiwan hingga perdagangan, termasuk tindakan AS terhadap industri chip Cina, hak asasi manusia, dan perang Rusia melawan Ukraina.
Gedung Putih menyebut pertemuan tersebut sebagai "langkah maju yang baik."
"Pesan utama Blinken adalah menekankan pentingnya mempertahankan saluran komunikasi terbuka untuk mengurangi risiko," kata Humas Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.
Meski belum menemukan kemajuan besar, keduanya sepakat untuk melanjutkan keterlibatan diplomatik dengan lebih banyak kunjungan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.
Blinken yang merupakan Menteri Luar Negeri AS pertama yang bertemu Presiden Cina sejak 2018, mengatakan dia telah mengangkat isu-isu kontroversial dalam pertemuannya, seperti Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya, Laut Cina Selatan, perang Rusia di Ukraina, dan peluncuran rudal Korea Utara.
"Hubungan ini sedang mengalami ketidakstabilan, dan kedua belah pihak menyadari perlunya bekerja untuk menstabilkannya," kata Blinken dalam konferensi pers usai kunjungannya selama dua hari ke Beijing.
"Tetapi kemajuan memang sulit. Itu membutuhkan waktu. Dan itu bukan hasil dari satu kunjungan, satu perjalanan, satu percakapan. Harapan dan harapan saya adalah: kita akan memiliki komunikasi yang lebih baik, keterlibatan yang lebih baik di masa depan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan