Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kenapa Penis Gatal Setelah Bercinta? Waspada, Bisa Jadi PMS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penis gatal setelah bercinta mungkin terdengar sepele tapi mengganggu. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah penyakit menular seksual (PMS).
Baca juga:
Tips Membangun Kehidupan Seksual Pascastroke
Sesi intim yang seharusnya diakhiri dengan tidur nyenyak malah harus berurusan dengan rasa gatal. Tak hanya gatal, kadang timbul sensasi tidak nyaman seperti sensasi terbakar, perih atau nyeri.
Ada berbagai macam kemungkinan penyebab termasuk kulit kering pada penis dan hubungan seks 'kasar' tanpa cukup pelumas.
Berikut beberapa penyebab penis gatal setelah bercinta.
1. Alergi lateks
Gatal biasanya merupakan reaksi alergi. Alergi saat bercinta bisa dialami pria terlebih jika kondom yang digunakan mengandung lateks.
Seperti dilansir dari Healthline, alergi lateks akan memicu sejumlah reaksi seperti, gatal, ruam, bengkak, tenggorokan gatal, hidung dan mata berair serta mengi.
2. Infeksi
Penis gatal umumnya disebabkan infeksi jamur. Gejala awal infeksi jamur biasanya berupa ruam merah. Ada pula yang memicu bercak putih.
Selain gatal-gatal, infeksi jamur akan memicu gejala berupa sensasi seperti terbakar, zat putih tebal pada kulup atau lipatan kulit penis, balanitis atau radang kelenjar kepala penis.
Balanitis lebih rentan terjadi pada pria yang tidak sunat. Infeksi jamur bisa disebabkan faktor kebersihan minim dan penyakit menular seksual (PMS).
3. Penyakit menular seksual
Gejala penyakit menular seksual bisa bervariasi pada tiap orang. Gatal jadi gejala paling umum. Selain gatal, jenis gejala lain beragam tergantung penyakitnya.
Umumnya gejala penyakit menular seksual seperti, keputihan pada penis, kemerahan, ruam, nyeri saat bercinta atau tidak, bengkak dan perih.
Penyakit menular seksual yang melibatkan rasa gatal antara lain, gonore, klamidia, herpes genital, kutil kelamin dan trikomoniasis.
4. Produk yang dipakai wanita
Gatal dan reaksi alergi bisa timbul akibat produk yang digunakan wanita. Dilansir dari NDTV, beberapa produk wanita bisa memicu alergi seperti, krim, lotion, pelumas, bedak dan sabun.
Selama bercinta, penis bisa kontak dengan produk lalu timbul reaksi seperti gatal, ruam atau kemerahan.
5. Kurang lubrikasi
Kurang lubrikasi akan memicu gatal baik pada penis maupun vagina. Kulit penis kontak langsung dengan vagina dalam kondisi kering lalu timbul rasa gatal. Namun kurang lubrikasi akan lebih menyakitkan buat wanita apalagi saat penetrasi. Selain gatal, hal ini akan memicu luka hingga nyeri vagina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan