Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Budidaya Bibit Koi Jepang di Bakbakan Gianyar Sukses Dipasarkan ke Luar Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sejak pandemi covid-19, ikan dari Jepang dengan ukuran 80 cm datang ke Yurikofarm di Banjar Kangin, Desa Bakbakan. Pengusaha yang mengembangkan usaha itu adalah Nyoman Ariyoga, yang memelihara koi sejak tahun 2010.
Kedatangan koi Jepang menghasilkan anakan yang berkualitas. "Tentunya harganya bukan lagi Rp 100 ribu dapat 2. Harganya Rp 500 ribu ke atas," jelasnya, Rabu (30/8/2023).
Adapun konsumen adalah yang cinta koi dan punya pengetahuan koi. Bahkan tahu mana koi bagus dan tidak. "Kehadiran Yurikofarm menjawab tantangan dimana pencetak ikan koi berinovasi memberikan produk yang diminati oleh penghobi koi," jelas dia.
Diakui, banyak koi di Bali beredar. Namun dari sisi kualitas belum semuanya. "Saya menjawab dan menjual dan memberikan support terbaik bagi penghobi," jelasnya.
Untuk pasaran sementara di Bali dan di luar Bali. Pihaknya biasa jual ikan keluar Bali dengan skala kecil. Diakui, fasilitas kolam masih kecil karena tidak pakai empang.
"Namun ikan yang kami jual berkualitas," jelas dia.
Untuk menularkan hobi, di Bakbakan ada lebih dari 30 penghobi. "Pertanyaan sekarang apa mau berkembang. Kita harus tingkatkan pelajaran. Up grade lagi, apa kurangnya koi kita. Maka harus belajar. Karena di koi tidak ada istilah master, mari sama belajar, hanya pengalaman yang jadi guru," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini, penghobi datang sendiri ke Yurikofarm yang diunggah di media sosial. "Banyak pedagang kesini datang untuk dijual kembali," jelasnya.
Selanjutnya mengenai pendapatan, dirinya mengaku tidak bisa menghitung di nominal. "Tergantung seberapa banyak kualitas ikan yang dikeluarkan dalam 6 bulan. Dalam 6 bulan jual koi Rp30 juta, maka sebulan dibagi, tentunya bagi operasional juga," ujar dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan