Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Harga Merosot Saat Tangkapan Melimpah, Nelayan Karangasem Minta Solusi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Wacana Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menampung hasil tangkapan nelayan khususnya pada saat musim panen ikan sepertinya belum bisa terealisasi secara maksimal.
Ini terlihat dari kegelisahan yang dirasakan oleh sejumlah nelayan di Kabupaten Karangasem, menyusul harga jual ikan merosot di tengah tangkapan ikan yang berlimpah di Kabupaten Karangasem.
"Hasil tangkapan sebulan ini cukup bagus, kemarin dapet 2.500 ekor ikan tongkol (awan), tadi pagi dapet 150 ekor, tapi harganya murah, bisa seribu rupiah per ekor, bahkan pagi ini katanya 700 rupiah per ekor," kata Suparwata salah seorang nelayan di Karangasem, Kamis (11/1/2024).
Ia mengaku dengan harga jual yang murah itu, meski jumlah tangkapan berlimpah namun tetap saja hanya sedikit hasil yang diperoleh, bahkan dengan tangkapan 150 ekor ikan saja saat ini tidak mencukupi kebutuhan dapur namun hanya cukup menutupi biaya operasional untuk sekali melaut.
Merosotnya harga ikan hasil tangkapan nelayan sudah terjadi hampir sejak satu bulan terakhir ini, begitu musim ikan harga ikan mulai turun. Selain dijual langsung kepada pembeli lokal, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan juga dibeli oleh pengepul ikan dari wilayah Kusamba, Kabupaten Klungkung.
Ia berharap, pemerintah Kabupaten Karangasem bisa hadir untuk mencarikan solusi atas harga ikan yang merosot ini sehingga harga jual ikan nelayan khususnya pada saat musim ikan seperti saat ini bisa tetap stabil dipasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah saat dikonfirmasi tak menampik kondisi itu. Ia mengakui keluhan para nelayan tersebut. Menurutnya, merosotnya harga ikan memang sudah rutin terjadi setiap tahunnya ketika musim ikan tiba.
Namun demikian tak banyak yang bisa dilakukan mengingat persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan saja terlebih saat ini sudah ada Perseroda.
"Kita sudah sempat berkeliling bertemu nelayan, ya memang ini persoalan terjadi setiap tahun ketika musim panen ikan, namun kita mencoba memberikan edukasi tentang bagaimana ikan tangkapan nelayan ini bisa diolah, sehingga harga ikan bisa tetap stabil.
"Kita tidak bisa intervensi harga, yang bisa kita lakukan adalah mencari solusi, bagaimana ketika nusim panen dan harganya rendah agar ikan bisa diolah, ketika harga kembali stabil agar bisa dipasarkan kembali. Kita juga koordinasi dengan perguruan tinggi, paling tidak ini kedepan dapat menjadi solusi," kata Siki Ngurah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan