Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
TKN Bela Gibran 'Songong' Saat Debat: Ingin Buat Suasana Santai
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komandan Fanta Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid merespons anggapan 'songong' terhadap cawapres Gibran Rakabuming Raka dalam debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1) malam.
Arief berpendapat apa yang dilakukan Gibran sebetulnya hendak mencairkan suasana supaya ajang debat hari ini tidak begitu tegang.
"Kalau dalam teori politik ya ada yang disebut dengan politainment ya, politik entertainment. Jadi apa yang ditampilkan oleh Mas Gibran itu ingin, sebenarnya ingin membuat suasana itu santai," kata Arief di JCC Senayan usai debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1).
Menurutnya, Gibran bertindak begitu karena tak mau Mahfud dan Cak Imin tegang seperti di debat sebelumnya.
Pada kesempatan yang sama, Arief juga merespons ucapan Mahfud yang menilai pertanyaan Gibran terlalu receh.
"Ya receh kan, tapi kalau enggak bisa dijawab kan juga kasihan ya," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Bapilu Partai Gerindra Jawa Barat Aries Marsudiyanto, mengatakan usai melihat debat cawapres, masyarakat bisa melihat kemampuan anak muda yang hebat dari sosok Gibran.
"Kita lihat kemampuan anak muda masa kini. Ketika anak muda diberi kesempatan, maka anak menunjukan kualitasnya," ujar Aris.
Bahkan, Aries menyebut dari hasil debat malam tadi, Gibran kayak mendapatkan nilai A plus. "Saya beri nilai A plus untuk mas Gibran. Yang lain D minus. Karena dari penguasaan materi sangat menguasai dibandingkan yang lainnya," ucap dia.
Kata dia, seluruh tim dan partisipan Paslon nomor urut 2 di Jawa Barat akan berusaha semaksimal mungkin agar Prabowo-Gibran bisa menang dalam satu putaran. Dia mengatakan dengan pelaksanaan pilpres satu putaran akan menghemat banyak hal, mulai dari anggaran hingga tenaga.
"Saya optimis Prabowo-Gibran menang dalam satu putaran. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan pemilu sekali putaran. Karena akan hemat anggaran. Dengan satu putaran menghemat tenaga," ucap dia.
Dapat sentimen negatif
Usai debat keempat Pilpres 2024, Founder Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkapkan Gibran mendapat mention paling banyak di media sosial. Namun, sentimen di media sosial X terhadap Gibran dominan negatif.
Ismail kemudian mengungkapkan beberapa kata kunci yang membuat sentimen terhadap Gibransangat tinggi antara lain 'merendahkan', 'menghormati', 'gimik', 'topik yang diulang-ulang', 'menjebak', 'cringe', hingga 'savage'.
"Dari total 142.469 mentions, sentimen negatif untuk Gibran 60 persen, positif 33 persen, dan netral 7 persen," kata Ismail saat diwawancara diCNNIndonesia TV.
Menurut Ismail, debat cawapres kedua ini sangat berbeda dengan debat cawapres pertama bagi Gibran. Di debat cawapres pertama, Gibran justru cawapres yang paling banyak mendapat sentimen positif karena yang awalnya dianggap underdog justru bisa memberi performa bagus.
Namun di debat cawapres kedua, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menjadi jawara dengan sentimen positif tertinggi.
Pada penampilan debat kali ini, Gibran sempat menyindir Mahfud dengan merunduk dan menyebut tengah mencari jawaban Mahfud.
Pada beberapa kesempatan di debat hari ini juga, Cak Imin dan Mahfud kompak menyentil Gibran yang menurut mereka beberapa kali melemparkan pernyataan receh dan menggunakan istilah sulit.
Cak Imin misalnya yang menegaskan setiap diskusi memiliki etika. Hal itu ia sampaikan usai Gibran menanyakan maksud lithium ferro phosphate (LFP) yang menurutnya selama ini digaungkan Anies-Muhaimin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan