Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Alasan Golkar Minta Jatah 5 Menteri Kabinet Prabowo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut secara spesifik soal ambisi partainya mendapat jatah lima kursi di kabinet Prabowo-Gibran. Keinginan tersebut Airlangga sampaikan di depan ketua partai Golkar tingkat daerah di Bali pada Jumat (15/3).
Beberapa petinggi Partai Golkar pun telah mengungkap alasan partai berlambang pohon beringin itu menyampaikan jatah 5 menteri usai Pilpres 2024.
Lokomotif utama koalisi pemerintah
Wakil Ketua Umum Golkar Melchias Markus Mekeng mendasarkan permintaan itu atas kesuksesan Golkar dalam Pileg 2024 yang berhasil mendekati PDIP. Dengan perolehan itu Mekeng beralasan Golkar bakal menjadi lokomotif utama koalisi pemerintah selanjutnya.
"Tentunya kita akan menjadi lokomotif utama, dalam koalisi ini pemerintahan ini, Bapak Prabowo. Tentunya wajar kalau kita minta apresiasi yang dapat 5 kursi ini," kata Mekeng saat dihubungi, Senin (18/3).
Ia juga menyebut permintaan itu bakal disampaikan langsung oleh Golkar kepada Prabowo. Namun, Ia menegaskan persetujuan itu menjadi hak prerogatif presiden.
"Tentunya kami sampaikan kepada presiden. Apakah presiden setuju atau enggak itu kan prerogatif presiden," ucap Mekeng.
Semangat ke kader
Kontras dengan Mekeng, Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut alasan permintaan jatah 5 kursi di kabinet ini sekadar untuk memberikan semangat kepada kader. Doli menyebut permintaan yang disampaikan Airlangga itu awalnya hanya diperuntukkan kepada internal Golkar.
"Kemudian terkuak oleh media, sebetulnya informasi yang memberikan semangat saja kepada kawan-kawan internal," kata Doli.
Ia menegaskan persoalan kursi di kabinet adalah hak prerogatif presiden terpilih.
Akan tetapi, kata dia, biasanya penentuan jatah menteri akan dibahas oleh presiden terpilih dengan petinggi parpol pengusung.
"Nah, terkait soal Golkar, kami juga tentu pada akhirnya ada perundingan, ada pembicaraan antara Pak Prabowo dengan ketua umum kami Pak Airlangga Hartarto," jelas Doli.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan