Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kenapa Muncul Keinginan Menggigit Pasangan Saat Bercinta?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rasa sayang kerap diwujudkan dalam bentuk gigitan manja, tak terkecuali saat sedang bercinta. Mengapa demikian?
Pernah menggigit pasangan selama bercinta? Anda tidak sendirian. Selain menggigit, kadang Anda ingin meremas atau mencubit.
Di luar ranjang, keinginan untuk menggigit kerap muncul ketika melihat kucing lucu atau bayi menggemaskan. Saking gemasnya, mungkin paha atau lengan mereka yang mirip roti sobek ingin segera digigit.
Aksi atau dorongan untuk menggigit pasangan sebenarnya bukan keinginan untuk melukai. Hal ini berkaitan dengan 'cute aggression' dan evolusi.
Psikolog klinis Nazanin Moali menyebutnya 'dimorphous expression' (ekspresi dimorfik). Ekspresi dimorfik adalah ketika seseorang merasakan emosi kuat mengungkapkan emosi yang berlawanan.
Melansir dari InsideHook, di sini seseorang diliputi cinta dan kegembiraan terhadap sesuatu yang lucu dan dorongan untuk menggigit menunjukkan cinta itu. Menggigit memang ekspresi kasih sayang yang agresif.
Gigitan untuk ranjang makin 'panas'
Terapis pernikahan dan seks Jane Greer mengungkap menggigit adalah cara untuk mengekspresikan hasrat dan agresivitas seseorang dalam cara yang menyenangkan.
"Ini adalah cara untuk mengatakan betapa Anda menginginkan pasangan Anda," kata Greer mengutip dari Women's Health Magazine.
Awali dengan lembut agar si dia tahu bahwa gigitan itu adalah sesuatu yang positif dan menyenangkan. Kalau lebih ingin keras, tanyakan padanya. Di sini, persetujuan pasangan sangat penting.
Berikut beberapa cara memberikan gigitan seksi nan memabukkan.
1. Di sela misionaris
Saat posisi seks misionaris, cium dan gigit leher serta punggung pasangan Anda dari atas ke bawah. Greer berkata leher memiliki banyak ujung saraf yang sensitif.
Kemudian selingi dengan ciuman romantis tapi sedikit kasar seiring gairah yang makin memuncak jelang orgasme.
2. Gigitan di area genital
Selama seks oral, coba gigit perlahan tubuhnya sampai ke area genital. Tidak perlu gigit alat kelaminnya tapi goda area sekitarnya. Kalau pun ingin mendaratkan gigitan di area sensitif, maka lakukan perlahan.
3. Cupang
Love bite atau cupang mungkin tidak untuk semua orang, apalagi bekasnya tidak cepat hilang. Pastikan pasangan juga menyukai inisiatif ini. Cupang memang memberikan gigitan plus isapan yang mampu meninggalkan bekas kemerahan di kulit.
Jika tidak dilakukan terlalu keras, sebenarnya bekas cupang bisa cepat hilang dan tak perlu dikhawatirkan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan