Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jumlah Perempuan Aktif Berpolitik Masih Jauh dari Ideal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Partisipasi perempuan dalam konteks politik terus menjadi sebuah isu penting, meski telah ada peningkatan kesadaran akan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, jumlah perempuan yang terpilih dan berperan aktif dalam proses politik masih jauh dari proporsi ideal.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani saat mengisi materi dalam kegiatan Partisipasi Perempuan Dalam Pengawasan Partisipatif, Jumat, (8/11/2024).
“Kita akui bersama kesadaran akan paham keterlibatan perempuan meningkat dalam konstelasi politik, namun belum banyak Perempuan yang mampu dan mau terlibat, padahal ruang itu dijamin oleh Undang – Undang dalam bentuk afirmasi keterwakilan Perempuan,” jelasnya.
Baca juga:
Menteri PPPA Bintang Buka Sanur Village Festival 2024, Dukungan untuk Perempuan dan UMKM Bali
Dirinya mengatakan, bahwa perempuan yang berhasil mencapai posisi penting di lembaga legislatif maupun eksekutif sering kali menghadapi tantangan tambahan yang tidak dialami oleh laki – laki, termasuk stereotip gender yang merendahkan kompetensi Perempuan.
“Persepsi patriarki yang menganggap peran perempuan terbatas pada ranah domestik masih begitu kuat tertanam, sehingga perempuan dalam politik dihadapkan pada beban ganda, antara berjuang untuk meyakinkan publik bahwa mereka layak, sembari harus memenuhi ekspektasi yang tinggi dari Masyarakat,” paparnya.
Dirinya menerangkan bahwa keterwakilan perempuan sering kali juga terjebak dalam pola-pola politik yang telah lama mengakar, seperti membuat perempuan sulit membentuk aliansi yang kuat dalam merumuskan kebijakan yang benar-benar memperjuangkan kepentingan perempuan.
Hal ini menunjukkan bahwa meski semakin banyak Perempuan terlibat, keberadaan mereka belum sepenuhnya membawa perubahan mendasar pada sistem politik yang lebih inklusif dan adil.
“Perempuan yang berada dalam politik perlu memiliki ruang untuk mengambil kebijakan tanpa campur tangan kepentingan yang mendominasi, sehingga mereka dapat memperjuangkan agenda-agenda yang berdampak langsung pada kehidupan Perempuan,” bebernya.
Selanjutnya Dirinya menegaskan bahwa, pihaknya di Bawaslu Bali sangat konsern dalam keterlibatan Perempuan, khususnya dalam proses pengawasan partisipatif.
Pengawasan partisipatif yang melibatkan perempuan juga menjadi cerminan komitmen Bawaslu terhadap kesetaraan gender dalam demokrasi.
“Dengan demikian, dibutuhkan lebih dari sekadar kuota untuk menciptakan lingkungan politik yang benar-benar representatif bagi perempuan. Diperlukan perubahan budaya politik, dukungan struktural, serta edukasi publik yang mampu mendorong partisipasi perempuan yang sejati dan bukan sekadar simbolis. Perempuan tidak hanya membutuhkan tempat di meja politik, tetapi juga suara yang diakui, di mana kebijakan yang lahir mampu merefleksikan aspirasi dan kepentingan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan