Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pengusaha Kakao Tabanan Dukung Bali Jadi Pusat Pertanian Organik
BERITABALI.COM, TABANAN.
Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan pertanian organik mendapat dukungan penuh dari pelaku usaha lokal.
Salah satunya datang dari Kadek Surya Prasetya, pengusaha kakao di Desa Tua, Marga, Tabanan, yang menilai pertanian organik adalah masa depan Bali.
“Perkembangannya luar biasa. Saya pikir sangat tepat jika pemerintah, dalam hal ini Bapak Wayan Koster, mendorong Bali menjadi pusat pertanian organik,” ungkap Kadek, Kamis (15/5/2025).
Kadek menjelaskan, bertani tanpa bahan kimia justru memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Meskipun prosesnya memerlukan waktu lebih lama, kualitas dan produktivitas kakao organik dinilai lebih stabil dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan bahan kimia.
“Kalau kita bicara chemical, memang pertumbuhan awal cepat. Tapi setelah itu, hasilnya menurun drastis. Berbeda dengan organik, kurvanya terus naik dan tanah tetap sehat,” jelasnya.
Menurutnya, Bali sangat cocok mengembangkan komoditas pertanian premium. Mengingat luas lahan yang terbatas, pertanian organik menjadi solusi agar petani tetap bisa bersaing dan mendapat hasil maksimal per meter persegi, layaknya sektor pariwisata.
“Kalau dibandingkan dengan pariwisata yang bisa hasilkan ratusan juta per meter, pertanian biasa akan kalah. Tapi kalau kita tanam komoditas premium, hasilnya bisa menyaingi. Dan itu hanya bisa dicapai lewat organik,” tambah Kadek.
Ia juga menyoroti potensi pasar organik Bali yang besar, baik dari wisatawan maupun konsumen lokal yang mulai sadar akan pentingnya makanan sehat.
“Pasar organik di Bali sangat menjanjikan. Wisatawan butuh makanan sehat, restoran pun cari bahan baku berkualitas. Ini peluang besar bagi petani Bali,” tutupnya.
Dengan potensi alam yang mendukung dan permintaan pasar yang terus tumbuh, Bali berpeluang menjadi ikon pertanian organik premium di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan