Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
BLK Jembrana Didorong Siapkan Tenaga Kerja Sambut PSN Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menekankan pentingnya disiplin perencanaan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah. Setiap kegiatan diminta memiliki batas waktu kerja yang jelas agar tidak berjalan tanpa arah.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan hal tersebut saat rapat koordinasi bersama Dinas Nakerprin dan Dinas KUP Jembrana, Selasa (20/1/2026). Ia mengingatkan, program tanpa tenggat waktu berpotensi mandek dan sulit dievaluasi.
Dalam arahannya, Bupati Kembang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun perencanaan secara detail dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara. Perencanaan dimulai dari tahap persiapan, proses pelaksanaan, hingga target capaian yang terukur.
“Program harus dirancang lengkap, bukan sekadar berjalan. Harus ada kejelasan kapan dimulai, kapan selesai, dan apa output yang ingin dicapai,” ujarnya di ruang rapat Kantor Bupati Jembrana.
Baca juga:
Kementan Kirim 500 Vaksin LSD ke Jembrana
Didampingi Sekda Jembrana I Made Budiasa serta para staf ahli, Bupati Kembang menambahkan bahwa penetapan target waktu menjadi dasar penting dalam evaluasi kinerja perangkat daerah. Dengan adanya tenggat, progres program dapat dipantau secara berkala dan hambatan di lapangan bisa diantisipasi lebih dini.
Selain disiplin eksekusi, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Ia meminta seluruh OPD bersinergi agar tidak terjadi tumpang tindih atau duplikasi program. “Program pemerintah harus bergerak sejalan, bukan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Pada rapat tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada Dinas Nakerprin, terutama terkait penguatan peran Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana. Bupati menilai BLK memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi peluang kerja baru.
Ia menyebutkan, sejumlah peluang diprediksi terbuka seiring rencana investasi di wilayah Pekutatan, seperti pembangunan lapangan golf, serta proyek strategis nasional Pelabuhan Pengambengan. Kondisi ini dinilai harus direspons dengan kesiapan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
“Peluang kerja itu harus ditangkap. BLK perlu melihat kebutuhan tenaga yang dibutuhkan agar masyarakat Jembrana siap bersaing. Termasuk program subsidi kredit PMI, perlu diperluas agar manfaatnya semakin besar bagi pencari kerja,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5748 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan