Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bali Tergolong Defisit Beras, Terima 7.000 Ton Beras Impor
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Tiga daerah yang mengalami defisit beras, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur dan Bondowoso akan menerima distribusi beras impor dari Vietnam dan Thailand yang dikirim melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Banyuwangi.
Kepala Bulog Banyuwangi Harisun mengatakan untuk total beras impor yang dikirim ke tiga daerah itu mencapai 16 ribu ton, dengan rincian 7.000 ton beras dikirim ke Bali, 5.500 ton dikirim ke Nusa Tenggara Timur, dan 3.500 ton ke Bondowoso.
“Kita ada perintah dari pusat dalam rangka untuk stabilisasi beras untuk daerah-daerah devisit kebetulan daerah Bali dan NTT untuk penyaluran bantuan pangan ini kan stoknya terbatas, jadi kami diperintahkan pusat untuk mengirim stok ke daerah tersebut,” ujar Harisun, Senin (25/9/2023).
Menurut Harisun, tujuan dikirimkannya 16 ribu ton beras impor tersebut agar ketersediaan dan stok beras di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi aman dan tercukupi.
Kata Harisun, Bali, NTT dan Bondowoso merupakan tiga daerah yang mengalami defisit beras. Sehingga pengiriman beras impor tersebut untuk pemerataan stok.
“Untuk Bondowoso sebenarnya sudah ada stok beras cuma stoknya menipis, jadi kami diperintah ke Bondowoso juga untuk dikirim,”papar Harisun.
Pengiriman beras untuk tiga daerah itu saat ini sedang berjalan. Pihaknya memang membutuhkan waktu lebih agar seluruhnya bisa terkrim sesuai kota yang ditentukan.
“Smoga pengiriman ini bisa membantu kekurangan beras yang ada di tiga wilayah itu, sehingga ada pemerataan,” tuturnya.
Hingga saat ini, Bulog Banyuwangi telah menerima lima kali kiriman beras impor yang datang via Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi.
“Dari lima kali kiriman itu, total beras impor yang diterima berjumlah 24,6 ribu ton,” kata Harisun.
Sementara itu, Bulog Banyuwangi saat ini masih menyimpan beras yang cukup untuk kebutuhan selama sekitar 14 bulan ke depan.
“Jumlah ini cukup untuk kebutuan selama 6 bulan di wilayah Banyuwangi,” pungkasnya. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4621 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan