Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Koster Minta Layanan Bandara Ngurah Rai Berkelas Dunia
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/8/2026). Rakor tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan pelayanan di pintu masuk utama Bali semakin cepat, nyaman dan berkelas dunia.
Rakor dihadiri seluruh instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di antaranya General Manager Angkasa Pura, Kepala Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai serta unsur terkait lainnya.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari rakor yang sebelumnya digelar pada 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025. Evaluasi mencakup berbagai aspek pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional, mulai dari ground handling, keimigrasian, bagasi atau ban berjalan, Bea Cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, fasilitas ruang tunggu hingga keindahan ruangan.
Rakor pertama pada 23 Agustus 2025 digelar setelah Gubernur Koster menerima laporan langsung dari penumpang mengenai lamanya waktu tunggu bagasi yang mencapai lebih dari satu jam, antrean imigrasi serta proses pemeriksaan di Bea Cukai.
Dalam evaluasi tersebut, Koster memberikan sejumlah arahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Waktu tunggu bagasi diminta diturunkan dari sekitar 1,5 jam menjadi 30-45 menit. Selain itu, antrean imigrasi dan pemeriksaan Bea Cukai diminta dipercepat.
Koster juga meminta pengelola Bandara Ngurah Rai mengganti ban berjalan bagasi yang sudah tua, mengganti toilet yang sudah berusia lama, menyediakan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, memperbarui furnitur di ruang Bea Cukai, menyediakan fasilitas komunikasi serta meningkatkan kebersihan dan kualitas penerangan.
Seluruh instansi penyelenggara pelayanan kemudian ditugaskan menyusun model dan langkah perbaikan sistem pelayanan untuk dilaporkan pada rakor berikutnya.
Pada rakor kedua, 28 Desember 2025, seluruh instansi melaporkan perkembangan perbaikan sistem pelayanan kepada Gubernur Bali. Koster menyetujui usulan perbaikan yang disampaikan masing-masing instansi sekaligus meminta agar pelaksanaannya dilakukan secara konsisten dan menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.
Hasil evaluasi terbaru dalam rakor ketiga pada 15 Agustus 2026 menunjukkan adanya perbaikan signifikan. Waktu tunggu bagasi untuk pesawat berukuran sedang dan kecil kini berada pada kisaran 13-30 menit.
Sementara untuk pesawat berukuran besar dengan jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu bagasi berada pada kisaran 18-40 menit. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan keluhan yang diterima sebelumnya.
Pelayanan keimigrasian juga semakin cepat dengan penggunaan Auto Gate dan paspor elektronik. Namun, masih terdapat sejumlah negara yang menggunakan paspor biasa, seperti India, sehingga proses pelayanan pada kondisi tertentu dapat berbeda.
Selain itu, fasilitas Bandara Ngurah Rai dilaporkan telah berada dalam kondisi bersih. Penggantian toilet yang sudah tua juga telah diprogramkan, disertai pengadaan furnitur, penambahan petugas pelayanan dan sejumlah perbaikan fasilitas lainnya.
Atas perkembangan tersebut, Gubernur Koster memberikan apresiasi terhadap upaya seluruh instansi dalam memperbaiki kualitas pelayanan penumpang. Ia meminta kualitas pelayanan yang sudah baik dipertahankan, sedangkan aspek yang masih memiliki kekurangan segera diperbaiki.
Koster menegaskan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan pintu terdepan Bali sekaligus memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.
"Pelayanan harus berkualitas dan berdaya saing mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama dunia, Bali sekaligus merupakan etalase utama Indonesia di dunia," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Koster, posisi strategis tersebut membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus mampu menerapkan standar pelayanan berkelas dunia. Kualitas pelayanan di bandara dinilai akan berpengaruh langsung terhadap citra Bali dan Indonesia di mata dunia.
Ngurah Rai Layani Jutaan Wisatawan
Besarnya peran Bandara Ngurah Rai terlihat dari jumlah wisatawan yang dilayani. Sepanjang 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan sebanyak 7,05 juta wisatawan mancanegara.
Jumlah tersebut sekitar 45,8 persen dari total 15,39 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Selain wisatawan mancanegara, Bandara Ngurah Rai juga melayani lebih dari 9 juta wisatawan domestik sepanjang tahun yang sama.
Koster menilai keberadaan Bandara Ngurah Rai dan kualitas pelayanan di dalamnya sangat menentukan penyelenggaraan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan di tengah dinamika pariwisata dunia.
Baca juga:
Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor Nusantara
Pariwisata Bali tidak hanya berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan perolehan devisa dari sektor pariwisata Indonesia.
Karena itu, Koster sebagai wakil pemerintah pusat di daerah menegaskan akan terus melakukan rapat koordinasi secara rutin untuk meningkatkan sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan