Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Petani Tabanan Sukses Kembangkan Paprika Organik Premium Berkat Dukungan Permodalan BRI
bbn/dok BRI/Petani Tabanan Sukses Kembangkan Paprika Organik Premium Berkat Dukungan Permodalan BRI.
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dukungan permodalan dari sektor perbankan menjadi faktor kunci dalam mendorong pengembangan pertanian organik bernilai tinggi, termasuk komoditas paprika di Kabupaten Tabanan.
Hal ini tercermin dari keberhasilan Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, yang mampu mengembangkan usaha hortikultura premium berbasis organik hingga menembus pasar perhotelan.
Sandi menjadi contoh transformasi pertanian konvensional menuju sistem modern yang lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
“Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit yang harganya cukup mahal. Tapi kami coba cari cara supaya bisa efisien, yaitu dengan mengembangkan bibit sendiri,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4/2026).
Selama empat tahun terakhir, Sandi mengembangkan budidaya paprika jenis dutch berbasis greenhouse di lahan seluas sekitar 2,5 are. Dengan sekitar 860 pot atau setara 1.600 tanaman, ia mampu menjaga produksi secara konsisten dengan sistem panen harian.
Dalam sekali panen, hasil produksi berkisar antara 20 hingga 40 kilogram. Bahkan, dapat mencapai 100 kilogram jika dilakukan panen menyeluruh sesuai permintaan pasar. Masa produksi berlangsung hingga delapan bulan dalam satu siklus tanam.
Untuk menjaga kualitas, Sandi menerapkan teknologi smart farming, mulai dari pengaturan nutrisi hingga sistem penyiraman otomatis. Hasilnya, paprika yang dihasilkan masuk kategori premium dengan harga jual tinggi.
Paprika merah dijual hingga Rp150 ribu per kilogram, paprika hijau Rp125 ribu, dan paprika kuning bahkan sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.
Tingginya harga tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan produk organik, terutama dari sektor perhotelan yang membutuhkan pasokan berkualitas dan berkelanjutan.
Di sisi lain, dukungan perbankan seperti dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut memperkuat pengembangan sektor ini melalui akses pembiayaan yang lebih inklusif.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendorong petani untuk naik kelas melalui dukungan permodalan yang terjangkau.
“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan kemudahan akses modal sekaligus pendampingan dan peningkatan literasi keuangan bagi petani.
“Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing,” imbuhnya.
Dengan sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha, sektor pertanian organik di Bali diharapkan semakin berkembang. Keberhasilan petani seperti Sandi menjadi bukti bahwa akses pembiayaan yang tepat mampu mendorong inovasi dan meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5888 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan