Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Warganya Ditangkap, Kedutaan Iran Cuek
BERITABALI.COM, DENPASAR.
7 warga negara Iran ditangkap bea cukai dan Polda Bali karena menyelundupkan ratusan kasul berisi sabu dalam perut. Meski telah meringkuk di tahanan Polda Bali selama beberapa hari, Kedutaan Iran hingga kini belum menjenguk warganya.
Semenjak tujuh warga Iran ini ditangkap, Polda Bali telah mengirimkan surat pemberitahuan terhadap Kedutaan Iran di Jakarta. Hanya saja, sampai Senin (14/12) , tidak satu pun pihak kedutaan datang.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengakui, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak Kedutaan Iran, menyusul tertangkapnya tujuh warga Iran menelan kapsul berisi sabu-sabu (SS), di Bandara Ngurah Rai Tuban.
Kami memperkirakan surat sudah sampai ke Kedutaan Iran di Jakarta. Tapi sampai sekarang pihak Kedutaan belum datang ke Polda Bali,ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya terus memproses keterangan para tersangka dengan memanggil penerjemah asal Jakarta. Beruntung, kata mantan Kapolres Balikpapan ini, penerjemah asal Jakarta itu tidak dipungut bayaran alias sukarela.
Penerjemah dibayar secara sukarela, besok, Selasa (15/12)) akan datang lagi ke Bali untuk membantu kita,terangnya.
Sejauh ini, ujar Kombes Sugianyar, tujuh tersangka Iran, sudah didampingi pengacara, yakni Andri SH dan Rifan SH cs.
Nantinya, kata Kombes Sugianyar, pengacara tujuh tersangka, ikut-andil membantu mencarikan penerjemah.
Lantas, bagaimana perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan Dit Narkoba Polda Bali ? Perwira asal Gianyar ini mengatakan, belum ada perkembangan terbaru mengenai penyelidikan.Satu kapsul berisi SS dari perut salah seorang tersangka berhasil dikeluarkan. Jadi totalnya mencapai 560 kapsul, bebernya lagi.
Informasi teranyar, kata Kombes Sugianyar, para sindikat narkoba ini tidak menerima pembayaran setibanya menyerahkan SS di Jakarta. Tapi, mereka menerima bonus Rp 12 juta, setelah kembali ke Iran.
Mereka mengaku belum dibayar tapi dijanjikan Rp 12 juta dan dibayar saat tiba kembali di Iran, ungkapnya.
Disinggung apa pekerjaan tujuh tersangka, Kombes Sugianyar mengatakan, belum diketahui jelas. Tapi, menyimak dari beberapa tersangka warga Iran yang ditangkap di Jakarta terkait narkoba, mayoritas bekerja sebagai supir di negaranya.
Belum bisa dilacak sejauh mana keterlibatan tujuh tersangka dengan tersangka yang di Jakarta. Tapi modusnya hampir sama semua, sebutnya.
Untuk dugaan keterlibatan pelaku lokal Indonesia, Kombes Sugianyar enggan berkomentar banyak. Dia cuma mengakui, ada salah seorang tersangka yang menghubungi beberapa nomor HP nomor operator Indonesia.
Tapi tidak tertutup kemungkinan, nomor HP itu tidak terdaftar registrasinya, di sejumlah operator di Indonesia.
Tidak bisa menjamin bisa melacaknya. Bisa saja registrasinya bohong. Sekarang ini banyak yang menggunakan nomor kartu, habis pakai buang,tuturnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan