Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Warganya Ditangkap, Kedutaan Iran Cuek
BERITABALI.COM, DENPASAR.
7 warga negara Iran ditangkap bea cukai dan Polda Bali karena menyelundupkan ratusan kasul berisi sabu dalam perut. Meski telah meringkuk di tahanan Polda Bali selama beberapa hari, Kedutaan Iran hingga kini belum menjenguk warganya.
Semenjak tujuh warga Iran ini ditangkap, Polda Bali telah mengirimkan surat pemberitahuan terhadap Kedutaan Iran di Jakarta. Hanya saja, sampai Senin (14/12) , tidak satu pun pihak kedutaan datang.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengakui, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak Kedutaan Iran, menyusul tertangkapnya tujuh warga Iran menelan kapsul berisi sabu-sabu (SS), di Bandara Ngurah Rai Tuban.
Kami memperkirakan surat sudah sampai ke Kedutaan Iran di Jakarta. Tapi sampai sekarang pihak Kedutaan belum datang ke Polda Bali,ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya terus memproses keterangan para tersangka dengan memanggil penerjemah asal Jakarta. Beruntung, kata mantan Kapolres Balikpapan ini, penerjemah asal Jakarta itu tidak dipungut bayaran alias sukarela.
Penerjemah dibayar secara sukarela, besok, Selasa (15/12)) akan datang lagi ke Bali untuk membantu kita,terangnya.
Sejauh ini, ujar Kombes Sugianyar, tujuh tersangka Iran, sudah didampingi pengacara, yakni Andri SH dan Rifan SH cs.
Nantinya, kata Kombes Sugianyar, pengacara tujuh tersangka, ikut-andil membantu mencarikan penerjemah.
Lantas, bagaimana perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan Dit Narkoba Polda Bali ? Perwira asal Gianyar ini mengatakan, belum ada perkembangan terbaru mengenai penyelidikan.Satu kapsul berisi SS dari perut salah seorang tersangka berhasil dikeluarkan. Jadi totalnya mencapai 560 kapsul, bebernya lagi.
Informasi teranyar, kata Kombes Sugianyar, para sindikat narkoba ini tidak menerima pembayaran setibanya menyerahkan SS di Jakarta. Tapi, mereka menerima bonus Rp 12 juta, setelah kembali ke Iran.
Mereka mengaku belum dibayar tapi dijanjikan Rp 12 juta dan dibayar saat tiba kembali di Iran, ungkapnya.
Disinggung apa pekerjaan tujuh tersangka, Kombes Sugianyar mengatakan, belum diketahui jelas. Tapi, menyimak dari beberapa tersangka warga Iran yang ditangkap di Jakarta terkait narkoba, mayoritas bekerja sebagai supir di negaranya.
Belum bisa dilacak sejauh mana keterlibatan tujuh tersangka dengan tersangka yang di Jakarta. Tapi modusnya hampir sama semua, sebutnya.
Untuk dugaan keterlibatan pelaku lokal Indonesia, Kombes Sugianyar enggan berkomentar banyak. Dia cuma mengakui, ada salah seorang tersangka yang menghubungi beberapa nomor HP nomor operator Indonesia.
Tapi tidak tertutup kemungkinan, nomor HP itu tidak terdaftar registrasinya, di sejumlah operator di Indonesia.
Tidak bisa menjamin bisa melacaknya. Bisa saja registrasinya bohong. Sekarang ini banyak yang menggunakan nomor kartu, habis pakai buang,tuturnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3773 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1715 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang