Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wabah Chikunguya Bergeser ke Batuagung

Beritabali.com, Jembrana

Kamis, 27 Mei 2010, 05:28 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Wabah penyakit chikungunya semakin mengkhawatirkan warga Jembrana. Setelah mewabah di daerah timur Jembrana, Desa Pulukan Pekutatan dan sempat menjangkiti anggota dewan, kini wabah chikungunya bergeser ke bagian barat dan menyerang sejumlah warga di Desa Batuagung, Jembrana. 

Meski masih tahap suspect (dugaan), masyarakat Batuagung tetap was-was lantaran sejumlah warga yang sudah diserang mengalami panas tinggi, disertai nyeri pada persendian. Bahkan bila telah mencapai klimaks mengakibatkan kelumpuhan yang mirip dengan Chikungunya.

Dewa Ngurah Suwiksa seorang warga Batuagung menuturkan, ia baru saja mengantar istrinya berobat ke salah satu mantri, karena badannya panas tinggi dan persendiannya ngilu selama tiga hari.

Tidak hanya istrinya, Suwiksa sendiri sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Ia mengaku sempat terkapar di
rumahnya lantaran panas tinggi dan berakhir dengan kelumpuhan.

Jangankan bekerja, bangun dari tempat tidur saja sangat sulit, tuturnya. Masih di seputaran Desa Batuagung, tepatnya di Banjar Anyar, Ida Bagus Jayus beserta sejumlah tetangganya juga diserang gejala yang serupa dengan Suwiksa.

Sejak tiga hari yang lalu hingga kini Jayus menderita panas tinggi bahkan mencapai 38 derajat celcius. Badannya pun terasa pegal termasuk persendiannya mulai terasa nyeri. Saya khawatir ini gejala chikungunya dan menghambat profesi saya sebagai dalang, keluh Jayus.

Sementara itu Kasi P3KL Dinas Kesehatan dan Kesos Jembrana dr. Putu Suekantara Rabu (26/5) mengaku sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

Hanya saja harapan warga agar dilakukan fogging belum bisa dipenuhi lantaran sudah ada jadwal tertentu di setiap desa. Petugas fogging masih fokus pada daerah rawan DB (demam berdarah) ujar Suekantara.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami