Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemprov Bali Kini Jadi Pemegang Saham di Tol Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali akhirnya secara resmi menjadi pemegang saham pada PT Jasa Marga Bali Tol dalam pembangunan jalan tol yang menghubungkan Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua.
Asisten II Pemprov Bali, Ketut Wija menyatakan pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar. Wija mengaku untuk proses pembayarannya, Pemprov Bali akan melakukannya melalui dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp35 miliar diambil dari APBD induk tahun 2013, dan berikutnya sebanyak Rp65 miliar di dapat dari anggaran perubahan.
"Sejak awal kami diberi kesempatan. Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp. 100 miliar dengan kepemilikan 8,01 persen saham dengan nilai Rp 1,6 juta lebih perlembar sahamnya," ujar Wija, Kamis (14/2/2013).
Mestinya Pemprov Bali sesuai perencanaan, menurut Wija sudah menyertakan modal pada Januari 2012, namun belum tercatat di akta perusahaan. Oleh sebab itu, belum bisa menyertakan modal walaupun sudah ada dasar hukumnya. Wija mengaku saat ini proses administrasi penyertaan modal itu sedang berlangsung.
"Selain kami (Pemprov Bali), Pemkab Badung juga disetujui menjadi pemilik 8,1 persen saham dengan jumlah total Rp. 100 miliar," imbuhnya.
Terkait hal itu, Humas PT Jasa Marga Tol Bali, Drajad Hari Suseno menyatakan berdasarkan RUPS Luar Biasa yang digelar, pemegang saham telah menyetujui masuknya Pemprov Bali dan Pemkab Badung. "Pemegang saham telah menyetujui masuknya Pemprov Bali dan Pemkab Badung," ucapnya.
Proses selanjutnya dari masuknya Pemprov Bali dan Pemkab Badung sebagai pemegang saham, Drajad mengaku kini menunggu izin dari Menteri Pekerjaan Umum dan izin dari Kreditur Sindikasi. "Kalau itu sudah oke baru di akta notariskan. Disetor uangnya lalu dibuatkan akte notarial," jelasnya.
Drajad melanjutkan, berdasarkan perjanjian kredit PT Jasa Marga Bali Tol dengan Kreditur Sindikasi, salah satu klausulnya menyatakan jika terjadi perubahan susunan pemegang saham, maka perseroan wajib mendapatkan persetujuan dari kreditur.
"Perjanjiannya seperti itu. Apalagi jalan tol ini belum beroperasi dan sudah ada perubahan komposisi kepemilikan saham, maka harus ada izin dari Menterti PU. Kalau tol ini sudah beroperasi tak perlu izin Menteri PU," paparnya.
Menurut Drajad, awalnya ada tujuh perusahaan pemegang saham di PT Jasa Marga Bali Tol antara lain PT Jasa Marga, PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya dan PT Bali Tourism Development Coorporation (BTDC).
"PT Wijaya Karya melepaskan sahamnya. Dengan masuknya Pemprov Bali dan Pemkab Badung, maka sekarang pemegang sahamnya menjadi delapan badan hukum," tutupnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan