Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Patung Makepung Diperbatasan Tak Terurus
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Jembrana. Sebagai maskot kabupaten jembrana, keberadaan Patung Makepung yang berdiri di Desa Pengragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang merupakan perbatasan antara Kebupaten Jembrana dengan Kabupaten Tabanan, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan patung Makepung yang menjadi maskot Jembrana tidak ada petugas khusus yang mengurusnya.
Dari pantauan dilokasi, kondisi pantung tersebut dalam keadaan kotor, kolam yang terdapat pada bagian bawah patung, airnya sudah mongering. Bahkan dalam kolam tersebut dipenuhi sampah dedaunan, bekas pembungkus nasi dan sampah plastic. Bukan hanya itu, disekitar lokasi patung tersebut juga menebar bau yang sangat menyengat. Padahal keberadaan patung Makepung tersebut merupakan gerbang Jembrana.
Beberapa warga yang kebetulan beristirahan di tempat tersebut mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak enam bulan yang lalu dan dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan. Padahal lokasi tersebut kerap dijadikan tempat peristirahatan oleh beberapa pengendara sepeda motor baik yang melintas dari arah Denpasar maupun dari arah Gilimanuk.
“ Kalau tidak salah sekitar enam bulan yang lalu saya sempat beristirahan disini, kondisinya sudah seperti ini. Kolamnya kering dan banyak sampah,” terang Rahmat Riswanto (35) asal Sitobondo, Jawa Timur yang mengaku bekerja di Denpasar dan kerap mampir di tempat tersebut jika pulang ke kampong halamannya di Situbondo. Pernyataan Riswanto juga dibenarkan oleh beberapa warga sekitar yang mengatakan patung tersebut hampir sekitar enam bulan tidak pernah ada yang mengurus.
Sementara itu Kepala Kantor LHKP Jembrana Putu Widana saat dikonfirmasi Minggu (21/4) mengatakan, memang benar kondisi patung tersebut sempat kotor dengan sampah.
Demikian halnya kolam yang berada di bawahnya kering. Namun menurutnya, pihaknya telah melakukan pembersihan terhadap patung tersebut termasuk mengisi kembali air kolam yang telah kering.
“Kita sudah isi penuh kolam tersebut dengan air, sampai menghabiskan enam tangki,” jelasnya.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan