Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemerintah Tunggu Kesempatan Temui Siti

Siti Aisyah

Kamis, 23 Februari 2017, 13:46 WITA Follow
Beritabali.com

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Kepolisian Republik Indonesia tidak bisa berbuat banyak untuk membantu proses hukum terhadap Siti Aisyah dalam kasus dugaan pembunuhan tokoh Korea Utara, Kim Jong Nam di Malaysia.
 
Sebab, perkara pidana yang menyeret Siti Aisyah di Malaysia bukan lagi kewenangan Polri.
 
[pilihan-redaksi]
"Untuk WNI yang mengalami permasalahan hukum di luar negeri, ditangani oleh Kemenlu melalui KBRI/Konjen setempat dengan memberikan bantuan hukum," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Rabu (22/2/2017).
 
Sementara itu Kementerian Luar Negeri hingga kemarin menyampaikan, pihaknya masih kesulitan menemui Siti. Apalagi, masa penahanan Siti diperpanjang untuk proses penyelidikan oleh kepolisian Malaysia.
 
"Hari ini hari ke-7 teman kita, SA, ditahan untuk investigasi. Jadi dipastikan hari ini investigator akan meminta perpanjangan kepada federal court," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Lalu M Iqbal
 
Iqbal mengatakan ada kemungkinan penyidik akan meminta perpanjangan masa penahanan selama tiga hari ke depan.
 
Adapun perpanjangan masa penahanan dilakukan karena Polisi Diraja Malaysia belum mendapatkan bukti yang cukup untuk menyerahkan berkas perkara ke jaksa.
 
"Indonesia akan tetap menghargai proses hukum yang berjalan di Malaysia. Fokus kami sekarang adalah menunggu diberinya akses kekonsuleran."
 
[pilihan-redaksi2]
"Artinya, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan hukum terhadap kasus ini. Sebab bukti-bukti yang ada di tangan penyidik Malaysia belum cukup untuk melakukan penuntutan apa pun," terangnya.
 
Siti Aisyah dianggap terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un. Aisyah kedapatan ikut membekap Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur.
 
Pihak keluarga Aisyah di Indonesia menyatakan Aisyah diperdaya. Aisyah sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa dia akan mengikuti reality show untuk mengisengi orang. Dan di situ ternyata dia dijebak diduga oleh empat agen intelijen Korea Utara untuk membunuh Jong-Nam. [rls/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami