Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Ini yang Terjadi pada Otak Manusia Saat Tidur
Jumat, 2 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, London. Manusia dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam dalam satu hari. Hal tersebut berarti manusia menghabiskan sepertiga waktu hidupnya untuk tidur.
Mengapa manusia butuh tidur? Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur tak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga mental dan performa otak. Kekurangan tidur bahkan dapat menyebabkan kehilangan memori, halusinasi, hingga kejang-kejang.
[pilihan-redaksi]
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience adalah salah satu yang membuktikan hal ini. Para peneliti menemukan bahwa tanpa tidur yang cukup, otak akan memakan dirinya sendiri.
Dilaporkan oleh New Scientist, pada tikus yang kekurangan tidur, sel otak yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencerna sel-sel yang rusak menjadi tidak terkontrol.
Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia menjelaskan, dalam jangka waktu pendek, hal ini bermanfaat untuk membersihkan otak dari kotoran dan memperbaiki yang rusak. Namun, dalam jangka panjang, kekurangan tidur meningkatkan resiko Alzheimer dan penyakit neurologis lainnya.
Selain itu, tidur juga sangat penting dalam mengingat dan melupakan. Dalam studi yang dipublikasikan pada Juli tahun lalu, Giulio Tononi dari University of Winconsin-Madison di AS, menunjukkan bersama koleganya mengamati efek tidur pada otak tikus.
Para peneliti mengambil sepotong otak dari tikus yang sudah dan belum tidur untuk membandingkannya. Ternyata, penghubung neuron pada otak menjadi 18 persen lebih kecil setelah tidur. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara neuron pada otak melemah ketika kita sedang tidur.
Meski terdengar mengerikan, sebuah studi lain yang dipublikasikan pada Februari lalu menemukan bahwa otak yang lebih 'ramping' justru memiliki lebih banyak ruang untuk memori yang baru.
Itulah sebabnya kita menjadi sulit berkonsentrasi dan mempelajari informasi baru ketika kekurangan tidur. Kapasitas otak sudah terlalu penuh dan perlu dikurangi. Oleh karena itu, Tononi mengatakan bahwa tidur adalah biaya yang harus kita bayar untuk belajar.
Walau demikian, Anda tak perlu khawatir melupakan memori-memori yang penting saat tidur. Tononi menyebutkan ada beberapa penghubung neuron yang tidak mengalami proses ini dan kemungkinan besar, di sinilah kita menyimpan memori-memori yang penting. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026