Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini yang Terjadi pada Otak Manusia Saat Tidur
Jumat, 2 Juni 2017,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, London. Manusia dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam dalam satu hari. Hal tersebut berarti manusia menghabiskan sepertiga waktu hidupnya untuk tidur.
Mengapa manusia butuh tidur? Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur tak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga mental dan performa otak. Kekurangan tidur bahkan dapat menyebabkan kehilangan memori, halusinasi, hingga kejang-kejang.
[pilihan-redaksi]
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience adalah salah satu yang membuktikan hal ini. Para peneliti menemukan bahwa tanpa tidur yang cukup, otak akan memakan dirinya sendiri.
Dilaporkan oleh New Scientist, pada tikus yang kekurangan tidur, sel otak yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencerna sel-sel yang rusak menjadi tidak terkontrol.
Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia menjelaskan, dalam jangka waktu pendek, hal ini bermanfaat untuk membersihkan otak dari kotoran dan memperbaiki yang rusak. Namun, dalam jangka panjang, kekurangan tidur meningkatkan resiko Alzheimer dan penyakit neurologis lainnya.
Selain itu, tidur juga sangat penting dalam mengingat dan melupakan. Dalam studi yang dipublikasikan pada Juli tahun lalu, Giulio Tononi dari University of Winconsin-Madison di AS, menunjukkan bersama koleganya mengamati efek tidur pada otak tikus.
Para peneliti mengambil sepotong otak dari tikus yang sudah dan belum tidur untuk membandingkannya. Ternyata, penghubung neuron pada otak menjadi 18 persen lebih kecil setelah tidur. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara neuron pada otak melemah ketika kita sedang tidur.
Meski terdengar mengerikan, sebuah studi lain yang dipublikasikan pada Februari lalu menemukan bahwa otak yang lebih 'ramping' justru memiliki lebih banyak ruang untuk memori yang baru.
Itulah sebabnya kita menjadi sulit berkonsentrasi dan mempelajari informasi baru ketika kekurangan tidur. Kapasitas otak sudah terlalu penuh dan perlu dikurangi. Oleh karena itu, Tononi mengatakan bahwa tidur adalah biaya yang harus kita bayar untuk belajar.
Walau demikian, Anda tak perlu khawatir melupakan memori-memori yang penting saat tidur. Tononi menyebutkan ada beberapa penghubung neuron yang tidak mengalami proses ini dan kemungkinan besar, di sinilah kita menyimpan memori-memori yang penting. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026