Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hadirnya Kantor BPPOM di Buleleng Diharapkan Tingkatkan Perlindungan Masyarakat

Selasa, 27 November 2018, 15:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Badan POM atas pembentukan 40 Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota di tahun 2018 ini.
 
"Terima kasih kami sampaikan karena salah satunya ada di wilayah Provinsi Bali yaitu Kantor Badan POM Kabupaten Buleleng dengan wilayah kerja Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. Tentunya Badan POM hadir di Kabupaten/Kota akan meningkatkan perlindungan ke masyarakat," ungkap Koster saat menghadiri Rapat Evaluasi Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Tahun 2018 di Padma Resort, Legian, Badung Selasa (27/11).
 
Gubernur Koster mengatakan, Bali sebagai daerah tujuan wisata juga diserbu produk-produk dari luar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pariwisata tersebut. Menurutnya, produk tersebut tentunya juga harus aman dan bermutu. 
"Kita tidak boleh memberikan perlakuan khusus terhadap produk luar tersebut. Kami berharap para pelaku usaha di bidang pariwisata bisa memanfaatkan produk lokal termasuk produk di bidang obat dan makanan," tuturnya.
 
 
Ia menambahkan kondisi yang cukup menggembirakan, belakangan banyak muncul produsen UMKM kosmetika khususnya produk SPA berkembang sangat pesat yang menggunakan bahan-bahan alami dan tradisional. Bahkan produk ini tidak hanya digunakan atau beredar di dalam negeri, tetapi juga sudah mempunyai pasar di luar negeri.
 
"Hanya saja perlu kita tekankan bahwa semua produk yang dihasilkan harus mempunyai ijin edar atau legal secara hukum serta aman dan bermutu," tegasnya.
 
Hal senada juga disampaikan Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dalam sambutannya mengatakan jika penggunaan pakaian adat daerah oleh para peserta untuk menunjukkan jika Indonesia beragam budaya yang adiluhung.
"Saat ini kita berkumpul dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, ini menunjukkan rasa kebhinekaan dan persatuan," ucapnya.
 
Lebih lanjut dikatakan Penny, tantangan kedepan bagi BPOM adalah merespon berbagai penggunaan teknologi dan informasi yang semakin berkembang dalam pengawasan obat dan makanan.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami