Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Hadirnya Kantor BPPOM di Buleleng Diharapkan Tingkatkan Perlindungan Masyarakat
Selasa, 27 November 2018,
15:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Badan POM atas pembentukan 40 Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota di tahun 2018 ini.
"Terima kasih kami sampaikan karena salah satunya ada di wilayah Provinsi Bali yaitu Kantor Badan POM Kabupaten Buleleng dengan wilayah kerja Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. Tentunya Badan POM hadir di Kabupaten/Kota akan meningkatkan perlindungan ke masyarakat," ungkap Koster saat menghadiri Rapat Evaluasi Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Tahun 2018 di Padma Resort, Legian, Badung Selasa (27/11).
Gubernur Koster mengatakan, Bali sebagai daerah tujuan wisata juga diserbu produk-produk dari luar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pariwisata tersebut. Menurutnya, produk tersebut tentunya juga harus aman dan bermutu.
"Kita tidak boleh memberikan perlakuan khusus terhadap produk luar tersebut. Kami berharap para pelaku usaha di bidang pariwisata bisa memanfaatkan produk lokal termasuk produk di bidang obat dan makanan," tuturnya.
Ia menambahkan kondisi yang cukup menggembirakan, belakangan banyak muncul produsen UMKM kosmetika khususnya produk SPA berkembang sangat pesat yang menggunakan bahan-bahan alami dan tradisional. Bahkan produk ini tidak hanya digunakan atau beredar di dalam negeri, tetapi juga sudah mempunyai pasar di luar negeri.
"Hanya saja perlu kita tekankan bahwa semua produk yang dihasilkan harus mempunyai ijin edar atau legal secara hukum serta aman dan bermutu," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dalam sambutannya mengatakan jika penggunaan pakaian adat daerah oleh para peserta untuk menunjukkan jika Indonesia beragam budaya yang adiluhung.
"Saat ini kita berkumpul dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, ini menunjukkan rasa kebhinekaan dan persatuan," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Penny, tantangan kedepan bagi BPOM adalah merespon berbagai penggunaan teknologi dan informasi yang semakin berkembang dalam pengawasan obat dan makanan.
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026