Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Banyak Perempuan Orgasme Palsu untuk Menyenangkan Suami?
Minggu, 3 Februari 2019,
11:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dok, apa benar banyak perempuan yang melakukan orgasme palsu demi menyenangkan suaminya? Mohon dijelaskan ya.”( Yuni, 24).
Jawab:Apalah artinya hubungan seksual tanpa orgasme? Sebuah pertanyaan sepele, tetapi tidak bisa dianggap remeh, karena masih banyak yang belum paham, terutama dari kalangan perempuan, yang tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya orgasme, atau malah sering kali mengalami masalah orgasme dalam hubungan seksual dengan pasangannya.
Gangguan orgasme memang lebih sering terjadi pada perempuan, dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hambatan psikis, tidak ada komunikasi seksual yang baik dengan pasangan, posisi hubungan seksual yang tidak efektif, disfungsi seksual di pihak laki-laki, dan meningkatnya nilai ambang sensitivitas karena penyakit saraf tertentu.
Kurangnya rangsangan seksual yang diterima menyebabkan perempuan gagal mencapai orgasme. Rangsangan pendahuluan seringkali sangat diperlukan agar perempuan menjadi siap dan cukup terangsang sebelum melakukan hubungan seksual.
Demikian juga, posisi hubungan seksual ternyata sangat berpengaruh terhadap tercapainya orgasme pada perempuan. Sampai dengan hari dan detik ini, masih sangat minim jumlah laki-laki yang mengerti posisi hubungan seksual yang dapat memberikan rangsangan efektif pada perempuan. Ini salah satu kuncinya. Tips: saat hubungan seksual berlangsung sebaiknya ketahui posisi tepat, paling disenangi dan memuaskan untuk pasangan Anda! Seringkali ini bersifat individual.
Kecenderungan perempuan, terutama di Indonesia, masih tidak ekspresif dalam menikmati hubungan seksual. Ini masih sangat bisa dipahami karena adanya faktor budaya yang memunculkan mitos bahwa perempuan yang agresif secara seksual selalu dikonotasikan dengan “liar”, “nakal” atau “petualang”.
Jadi bila ingin dicap sebagai perempuan baik-baik ya tidak usah meminta, membicarakan dan menunjukkan hal-hal yang ekspresif selama melakukan hubungan seksual. Padahal sesungguhnya laki-laki dan perempuan sama saja, sama-sama mengalami dan punya hak untuk menikmati hubungan seksual, dan selama bisa dikomunikasikan dengan baik, itu malah akan menjadi komunikasi seksual yang baik sebagai jaminan keharmonisan hubungannya juga.
Karena ada mitos tersebut, membuat perempuan enggan untuk mengekspresikan diri saat menikmati hubungan seksual, termasuk enggan menyatakan belum mencapai orgasme pada pasangannya, malah sebagian lagi, untuk membuat pasangannya senang, si perempuan mengaku sudah orgasme atau berpura-pura sedang orgasme, yang disebut dengan fake orgasm atau orgasme palsu.
Cukup banyak yang sekarang melakukan ini, bahkan diduga lebih dari setengah perempuan melakukannya. Ini justru tidak baik dan sesungguhnya adalah merupakan sebuah kebodohan. Kenapa? Karena ini membohongi diri sendiri dan sering kali juga pasangannya. Dan selanjutnya akan memunculkan permasalahan psikis yang akan mengganggu kualitas hidup. Kualitas seksual itu juga salah satunya ditentukan oleh orgasme.
Dan Kualitas hidup juga ditentukan dari bahagia atau puas atau tidaknya hubungan seksualnya bersama pasangan. Saat mengalami orgasme asli, perempuan akan terlihat putingnya mengeras, payudara memerah dan wajahpun flushing, terlihat lebih memerah.
Perlu dicurigai jika persis setelah hubungan seksual tuntas, ternyata perempuan masih terlihat bugar dan penuh semangat, bangun dari tempat tidur dan langsung berpakaian serta beraktifitas. Karena sesungguhnya orgasme sangatlah melelahkan, jadi idealnya berbaring dulu, memulihkan energi selama beberapa menit, bahkan sebaiknya tidur, karena memang sangat nyaman untuk dibawa tidur saat fase resolusi.
Komunikasi Adalah Kunci Masalah Orgasme. Masalah orgasme sesungguhnya relatif mudah diselesaikan. Kuncinya adalah dengan melibatkan pasangan dan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Kecuali memang masalahnya ada di pihak laki-laki. Itu lain lagi, justru laki-laki yang harus diterapi atau dicari solusi untuk disehatkan kembali secara seksual.
Jangan pernah berlama-lama membiarkan perempuan untuk tidak menikmati orgasmenya, perempuan yang tidak mencapai orgasme seringkali memunculkan akibat dan pengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, cemas atau gangguan tidur. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung.
Seandainya diperlukan untuk melakukan konseling khusus dan sex therapy, maka sangat perlu dilakukan dengan melibatkan kedua pasangan, karena seseungguhnya, sekali lagi, permasalahan orgasme pada perempuan bisa saja disebabkan karena permasalahan seksual pada laki-laki pasangannya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026