Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Udara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setelah virus corona dilaporkan bisa menular antar manusia melalui tetesan cairan tubuh ketika batuk atau flu. Laporan terbaru juga mengungkapkan bahwa virus corona bisa menular melalui aerosol atau udara.
[pilihan-redaksi]
Laporan terbaru mengenai proses penularan virus corona ini disampaikan oleh Zeng Qun, wakil kepala Biro Urusan Sipil Shanghai saat konferensi pers di Shanghai, Sabtu (8/2/2020).
"Cara utama penularan virus corona melalui kontak langsung dan tetesan cairan tubuh, terutama dari pernapasan," kata Zeng Qun dikutip dari worldofbuzz.com.
Selain itu, pakar kesehatan Zeng Qun juga menyarankan warga China untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti membatalkan semua kegiatan sosial dan pertemuan, membuka jendela rumah secara teratur untuk menjaga sirkulasi udara dan mendisinfeksi rumah.
Karena, ia mempercayai bahwa virus corona jenis baru di China ini bisa menular antar manusia dengan berbagai cara. Selain tetesan cairan tubuh, ia percaya virus corona ini bisa menular melalui aerosol atau udara.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, virus corona bisa menyebar antar manusia ketika orang mengalami batuk atau bersin. Umumnya, penularan virus corona ini sama seperti influenza dan penyakit pernapasan lainnya.
"Tetesan cairan tubuh ini keluar dari hidung atau mulut. Lalu orang-orang yang berada di dekatnya mungkin akan menghirupnya ke dalam paru-paru," jelasnya.
Pada dasarnya, aerosol adalah partikel kecil yang merupakan inti dari tetesan cairan tubuh. Partikel ini bisa bertahan di udara dalam waktu lama.
Menurut e-porta Rumah Sakit Mount Sinai, pantogen memang tidak bisa tahan di luar tubuh, tetapi ini memiliki jangkauan lebih jauh daripada tetesan cairan tubuh.
Perbandingan singkat antara transmisi tetesan cairan tubuh dan aerosol menunjukkan, bahwa virus corona dapat ditransmisikan ketika orang menghirup udara yang sudah tercampur pantogen.
Karena itu, semua orang diharapkan bisa menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Selain itu, lebih baik menghindari berada di lingkungan ramai orang yang bisa meningkatkan risiko tertular virus corona.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun