Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jangan Tergesa Saat Menurunkan Berat Badan, Ini Batas Aman dari Dokter Gizi
beritabali.com/ist/suara.com/Jangan Tergesa Saat Menurunkan Berat Badan, Ini Batas Aman dari Dokter Gizi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kebanyakan orang mungkin melakukan diet dengan tujuan agar memiliki tubuh yang lebih langsing. Harapannya juga untuk memiliki tubuh yang ideal agar bisa menambah kepercayaan diri.
Namun terkadang beberapa orang terlalu tergesa-gesa saat diet sehingga berat badan turun terlalu drastis. Diet ketat tanpa arahan dari dokter sebenarnya tidak dianjurkan. Apalagi jika dilakukan dalam waktu lama.
Ketua umum Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DR. dr. Nurpudji Taslim. Sp.KG.(K), MPH., menyarankan, diet yang sehat sebaiknya dilakukan dengan defisit kalori maksimal 1.000 dalam seminggu.
"Yang paling aman kalau melakukan diet ini hanya 500 sampai 1.000 kalori dalam 1 minggu. Jadi paling aman itu 3-4 kilo (dalam sebulan)," kata dokter Pudji dalam webinar perayaan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).
Ia menyampaikan, berat badan yang turun secara perlahan justru lebih aman bagi tubuh dibandingkan jika berkurang secara drastis dalam waktu singkat. Untuk menentukan target diet, dokter Pudji juga menyarankan, sebaiknya turun berat badan cukup 5-10 persen dari berat badan awal.
"Sebenarnya dengan menurunkan 10 persen dari berat badan, misalnya dari 80 jadi 72, itu sudah bisa menurunkan 30 persen dari parameter yang ada. Misalnya HDL sudah turun, kolesterol sudah turun. Jadi kalau dia secara perlahan-lahan dia akan kembali ke arah normal," jelasnya.
Diet yang tergesa-gesa dan turun berat badan secara drastis juga berisiko menyebabkan sindrom yoyo.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., mengatakan, jika berat badan terlalu cepat turun maka kemungkinan naik juga bisa lebih cepat.
"Yang kita takutkan kalau penurunan berat badan yang terlalu cepat itu terjadi sindrom yoyo. Jadi kalau terlalu cepat, naiknya lagi jadi lebih cepat bahkan lebih banyak. Jadi kita anjurkan penurunan berat badan gradual tapi tetap dipertahankan penurunan berat badannya sesuai dengan yang diinginkan," papar dokter Suas.
Walau begitu, penurunan berat badan secara drastis sebenarnya tak berpengaruh secara langsung terhadap sistem imun.
Tetapi, orang yang mengalami berat badan berlebih atau bahkan obesitas memang sudah menyebabkan imunitas menurun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan