Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Mulai Besok, Pembelian Biosolar di Bali Wajib Pakai Kode QR
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Per 1 Juni 2023, PT Pertamina mewajibkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di Bali menggunakan sistem kode digital Quick Response (QR) untuk mendukung subsidi tepat sasaran.
"Segera mendaftar melalui laman subsiditepat.mypertamina.id atau dapat mendatangi langsung ke SPBU," kata Manajer Komunikasi Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi, di Denpasar, Rabu (31/5/2023).
BUMN bidang minyak dan gas itu sudah melakukan sosialisasi kepada konsumen selama hampir satu tahun. Ia mencatat hingga 30 Mei 2023, jumlah konsumen pengguna biosolar yang sudah registrasi kode QR di Bali mencapai 112.000 unit kendaraan dan diyakini bertambah jelang diterapkan penerapan transaksi menggunakan kode QR.
Sementara itu, sejak sosialisasi, Pertamina mencatat realisasi volume BBM untuk transaksi biosolar menggunakan kode QR di Bali hingga 30 Mei 2023 mencapai total 824.715 liter.
"Transaksi pembelian BBM solar subsidi menjelang penerapan kewajiban menggunakan kode QR telah mencapai 92 persen," kata Ahad.
Ada pun kebijakan itu didasarkan atas instruksi pemerintah yang tertuang dalam Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) tentang uji coba pendistribusian jenis BBM tertentu (JBT) dengan kode QR dan SK BPH Migas tentang pengendalian solar subsidi JBT.
Melalui SK BPH Migas itu di atas untuk transaksi biosolar, kendaraan roda empat pribadi dibatasi hanya boleh mengisi sebanyak 60 liter per hari, untuk kendaraan roda empat angkutan umum sebanyak 80 liter per hari sedangkan kendaraan roda enam ke atas sebanyak 200 liter per hari.
"Harapannya dengan metode ini tidak ada lagi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi dan kami ingatkan kembali kepada konsumen jangan lupa gunakan kode QR untuk melakukan transaksi pembelian solar subsidi," kata Ahad.
Sementara itu, konsumen menanggapi positif dan mendukung pelaksanaan program subsidi tepat sasaran, karena memudahkan mereka yang lolos verifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi sesuai kuota.
"Juga mempercepat antrean ketika melakukan pembelian solar subsidi," kata seorang konsumen, Teguh, saat membeli biosolar di salah satu SPBU di Denpasar. (sumber: republika.co.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan