Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Korut Uji Coba Rudal Jelang Korsel-Jepang Bertemu di Sela KTT NATO
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Utara kembali melancarkan uji coba rudal jarak jauhnya di lepas pantai timur pada Rabu (12/7).
Uji coba ini berlangsung saat Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bakal bertemu di sela-sela KTT Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di Vilnius, Lithuania.
Pasukan penjaga pantai Jepang memperkirakan rudal balistik Korut itu terbang dan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atau sekitar 550 kilometer timur Semenanjung Korea.
Jepang menuturkan rudal terbang selama 74 menit ke ketinggian 6.000 kilometer dengan jangkauan 1.000 kilometer, menurut laporan televisi Jepang, Asahi.
Mengutip pejabat pertahanan Jepang, Asahi melaporkan uji coba ini menjadi rekor rudal Korut terbang terlama selama ini.
Di Lithuania, Kishida juga memerintahkan stafnya mengumpulkan informasi soal uji coba rudal terbaru Korut ini. Ia juga meminta stafnya tetap waspada mengantisipasi segala hal terkait uji coba rudal Korut hari ini.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, mengatakan uji coba rudal terbaru ini mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan serta komunitas internasional.
Jepang, kata Matsuno, juga telah melayangkan protes melalui saluran diplomatik di Beijing, China.
Dikutip Reuters, Korut memang kembali getol melancarkan uji coba rudal balistiknya setelah dialog dengan Korsel dan Amerika Serikat pada 2018 lalu berakhir mandeg.
Korut juga baru-baru ini meluncurkan satelit mata-mata pertamanya meski gagal usai jatuh saat peluncuran.
Sejumlah analis mengatakan Korut tengah mempersiapkan parade militer besar pada 27 Juli mendatang untuk memperingati klaim kemenangannya di Perang Korea 1950-1953 melawan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu lainnya.
Padahal, secara teknis, Korut dan Korsel saat ini masih berperang lantaran Perang Korea hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan