Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ekuador Darurat Perang Narkoba, Tangkap Bos Geng Kriminal Kolombia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Ekuador belum mencabut status darurat perang melawan kartel narkoba di negaranya.
Dalam operasi tersebut, kepolisian dan militer Ekuador berhasil meringkus bos geng kriminal bersenjata asal Kolombia Oliver Sinisterra, Carlos L, pada Minggu (22/1) malam waktu setempat.
Bos geng bersenjata dengan julukan El Grino itu ditangkap pasukan Ekuador dalam sebuah penyerbuan dan penggerebekan di Imbabura.
"Pengadilan imigrasi akan segera digelar sehingga dia (El Gringo) bisa segera diusir dari Ekuador dan dipulangkan ke Kolombia. Ia punyab catatan kriminal berat," tutur komandan polisi Cesar Zapata seperti dikutip dari Reuters.
Zapata menambahkan bahwa kepolisian Ekuador telah berkoordinasi dengan kepolisian Kolombia untuk pemulangan El Gringo.
Polisi mengatakan El Gringo terlibat di sejumlah aktivitas kriminal Ekuador bersama organisasi teroris terutama di wilayah dekat perbatasan Kolombia, San Lorenzo.
Ekuador sebelumnya menetapkan 22 organisasi kriminal di negara itu sebagai kelompok teroris yang harus diperangi.
Oliver Sinisterra sendiri merupakan salah satu faksi kelompok pemberontak Segunda Marquetalia yang dahulunya bernama Pasukan Revolusioner Kolombia (FARC) yang dibubarkan pada 2016.
Wilayah operasi Oliver Sinistera di Ekuador berada di dua provinsi yaitu Narino dan Esmeraldas.
Presiden Ekuador Daniel Noboa mendeklarasikan status darurat nasional usai bos gembong narkoba paling brutal Los Choneros menghilang dari sel penjara pada 7 Januari.
Adolfo Macias alias Fito merupakan bos kartel narkoba Los Choneros dan salah satu penjahat yang dicap otoritas Ekuador paling berbahaya di negara itu.
Fito (44) dilaporkan menghilang dari selnya di kota pelabuhan Guayaquil pada Senin sore. Kejadian ini berlangsung kala Fito hendak dipindahkan ke penjara dengan keamanan maksimum di kota yang sama.
Naboa pun menetapkan status darurat nasional selama 60 hari imbas insiden ini. Naboa juga telah memerintahkan pencarian besar-besaran dengan mengerahkan ribuan polisi hingga tentara untuk mencari Fito.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun