Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tiga Bulan, Tercatat Delapan Kasus Rabies di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dalam tiga bulan terakhir, tercatat sudah 8 kasus anjing positif rabies di Jembrana, di mana dua kasus terbaru ditemukan di wilayah Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, dan Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana.
Menurut data dari Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana, tahun 2024 ini sedikitnya ada 17 sampel otak Hewan Penular Rabies (HPR) yang dikirim untuk diperiksa laboratorium BB Veteriner Denpasar. Hasilnya, tercatat sudah ada 8 kasus anjing positif rabies.
Rinciannya, ada tiga kasus di bulan Januari, kemudian nihil di Februari, dan kembali terjadi di bulan Maret sebanyak 5 kasus. Hasil positif tersebut sesuai dengan hasil penelitian di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.
"Bulan ini ada 7 sampel yang kita kirim ke BBVet Denpasar. Hasilnya, 5 sampel dinyatakan positif," jelas Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat menggelar sterilisasi dan vaksinasi rabies untuk HPR bersama salah satu yayasan di wilayah Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Kamis (28/03/2024).
Dia melanjutkan, lima kasus positif baru di bulan Maret ditemukan dua kasus di wilayah Kecamatan Mendoyo dan satu kasus di wilayah Kecamatan Negara. Kemudian ada masing-masing satu kasus di Kecamatan Jembrana dan Negara.
Sebagai tindaklanjut, pihaknya telah menerjunkan petugas lapangan untuk melaksanakan vaksin emergency di sekitar wilayah ditemukan kasus positif. Kemudian untuk jumlah vaksinasi yang telah dilakukan di seluruh wilayah hampir 3 ribu ekor hewan penular rabies (HPR).
"Kami tetap imbau untuk waspada dan segera melaporkan ke pihak Banjar atau desa jika menemukan kasus atau tanda-tanda HPR yang menunjukkan gejala agar segera ditindaklanjuti," imbaunya.
"Kami harap, jumlah kasus saat ini tidak meningkat lagi kedepannya. Peran serta masyarakat untuk pencegahan sangat penting. Apalagi penurunan dari tahun 2022 ke 2023 cukup signifikan. Yakni dari 205 kasus menjadi 75 kasus," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan