Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Beri Nilai Tambah, Petani di Jembrana Didorong Olah Kakao Jadi Cokelat Bubuk
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Petani di Kabupaten Jembrana sudah saatnya mengembangkan produk unggulan dengan mengolah produksi kakao menjadi cokelat bubuk.
Selama ini produksi biji kakao di Kabupaten Jembarana di ekspor ke negara-negara kawasan Eropa. Namun pada sisi lain industri cokelat di Bali mengimpor bubuk cokelat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya di sektor pariwisata.
"Saat ini saatnya bagi petani kakao di Jembrana untuk tidak hanya menjual biji kakao mentah, tapi mulai mengolahnya menjadi cokelat bubuk. Dengan begitu, mereka bisa meraup keuntungan yang lebih besar," kata akademisi dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar), Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP., M.Si saat ditemui di Denpasar pada Senin (13/5).
Menurutnya, pengolahan biji kakao menjadi cokelat bubuk akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para petani. Selama ini, petani hanya menjual biji kakao mentah dengan harga yang relatif rendah. Namun jika diolah menjadi cokelat bubuk, harga jualnya bisa jauh lebih tinggi.
"Pengolahan biji kakao menjadi cokelat bubuk tidak sulit. Petani bisa melakukannya dengan peralatan sederhana. Hasilnya pun bisa langsung dijual ke pasar lokal maupun diekspor," Perempuan yang juga merupakan Kaprodi Teknologi Pangan Hasil Pertanian tersebut.
Suardani menegaskan bahwa saat ini adalah momentum yang tepat bagi petani kakao di Jembrana untuk beralih ke pengolahan coklat bubuk. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
Suardani menambahkan upaya sosialisasi dan pelatihan pengolahan biji kakao menjadi coklat sudah pernah dilakukan kepada Kelompok Wanita Tani Kusuma Sari di Desa Candikusuma, Jembrana. Lokasinya yang berdampingan dengan hutan Negara membuat kelompok ini jauh dari keramaian dan masih agak tertinggal dalam berbagai hal keterampilan.
Pengembangan penanganan pascapanen tanaman perkebunan kakao dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing produk unggulan yang potensinya cukup besar untuk menjadikan kekuatan ekonomi rakyat di perdesaan. Tujuannya adalah mengurangi kehilangan hasil, baik yang disebabkan kehilangan fisik maupun penyusutan, perbaikan mutu, dan nilai tambah produk pertanian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan